KANKER PAYUDARA GANAS MENGGEROGOTI DADA MBAK SITI, 6 KALI KEMOTERAPI HARUS IA JALANI

Ga kebayang rasa sakit yang harus ditanggung Mbak Siti. Sosok yang dulunya cantik dengan rambut panjangnya, kini harus rela kehilangan seluruh rambutnya akibat efek samping kemoterapi.
Sempat ada napas lega saat Mbak Siti MENJALANI OPERASI PENGANGKATAN TUMOR CA MAMAE (KANKER PAYUDARA GANAS) SEBERAT 2 KILOGRAM—SEBESAR BUAH KELAPA—PADA TAHUN 2025 LALU. Kondisinya sempat dinyatakan membaik selama setahun. Namun di tahun 2026 ini, ketakutan terbesarnya kembali datang mengancam nyawa.
Usai berjuang melewati 6 kali kemoterapi dan prosedur biopsi, sel kanker ganas itu justru tumbuh kembali untuk kedua kalinya. Kondisinya kian kritis: BEKAS LUKA OPERASI MEROBEK KULIT DARI DADA HINGGA PERUT, memperlihatkan luka parah yang melebar dari bagian depan hingga belakang tubuhnya.
Lebih memprihatinkan lagi, kondisi bekas operasinya kian hari kian memburuk. KULITNYA MULAI RUSAK DAN JAHITAN DI BEKAS LUKANYA TERBUKA HINGGA JARINGAN DAGING BAGIAN DALAM TERLIHAT SANGAT MENGENASKAN. Dari hasil wawancara kami, Mas Nanang sang suami mengungkapkan bahwa benjolan kanker tersebut masih terus tumbuh dengan sangat brutal, membuat luka di tubuh istrinya terus melebar.
Di tengah perjuangan antara hidup dan mati ini, Mbak Siti hanya didampingi oleh Mas Nanang, suami setia yang terus berada di sisinya di kediaman mereka di Lampung Tengah. Mas Nanang berjuang mati-matian mencari nafkah sebagai TUKANG BENGKEL KELILING. Namun, takdir terasa begitu berat, sering kali ia hanya mampu membawa pulang uang Rp30.000 sehari, bahkan tidak jarang tak mendapat uang sepeser pun.
Jangankan untuk membiayai pengobatan medis Mbak Siti yang kian kritis, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun mereka amat kesulitan. Situasi makin membingungkan karena jarak dari rumah mereka menuju RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung membutuhkan waktu perjalanan hingga 3 jam. Setiap kali Mbak Siti harus kontrol rutin atau saat kondisinya mendadak drop, Mas Nanang harus putar otak cari pinjaman ongkos mobil/sewa travel.
Harapan terbesar Mas Nanang hanyalah melihat Mbak Siti sembuh dan terbebas dari siksaan kanker ganas ini. Seluruh donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan medis krusial Mbak Siti yang tidak dijamin BPJS, seperti pembelian cairan infus, perban khusus pembersih luka, obat-obatan pendukung, serta operasional transportasi rawat jalan jarak jauh menuju rumah sakit.
Mbak Siti dan Mas Nanang kini berada di titik nadir dan tak mampu lagi berjuang sendirian. Mari uluran tangan dan kebaikan hati Anda adalah penentu dan pencerah harapan hidupnya!
Jika Anda ingin berdonasi, silakan ikuti langkah berikut:
- Klik tombol “DONASI SEKARANG”;
- Masukkan nominal donasi terbaik Anda;
- Pilih metode pembayaran (GoPay, Transfer Bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau Kartu Kredit) lalu transfer ke nomor rekening yang tertera;
- Anda akan mendapatkan laporan perkembangan melalui email.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
