Hadirkan Senyuman Untuk Pejuang Nafkah Yang Menderita

Setiap hari, Abah Adang menunggu anak-anak pulang sekolah, berharap ada yang mau membeli dagangannya.
Di usianya yang 68 tahun, Abah berjalan pelan di pinggir jalan, menjual jajanan seribuan yang seringkali lebih banyak tersisa daripada terjual. Kadang sampai sore, uang di tangannya bahkan belum cukup untuk makan hari itu.
Abah tidak pernah menikah. Tak punya anak ataupun istri. Dan kini, di sisa usianya… ia menjalani hari sendirian, tanpa kepastian besok bisa makan atau tidak.
Yang Abah inginkan sebenarnya sederhana:
bisa makan cukup… tanpa harus menunggu belas kasihan dari jualan yang belum tentu laku.
Hari ini, kita masih bisa mengubah nasib Abah Adang. Yuk bantu Abah Adang hidup lebih tenang di hari tuanya! ❤️

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
