Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Keringat Deras Mengalir Bantu Kakek Berjuang Untuk Hidup

Keringat Deras Mengalir Bantu Kakek Berjuang Untuk Hidup

Rp 50.000Terkumpul dari Rp 20.000.000
25 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Pagi belum lama menyingsing ketika Abah Bahrul (74) mulai melangkah keluar rumah. Dengan tubuh yang semakin bungkuk dimakan usia, Abah memanggul beberapa keranjang sampah anyaman bambu untuk ditawarkan dari satu komplek ke komplek lainnya.




  Setiap hari, tepat sekitar pukul 07.00 pagi, Abah memulai perjuangannya. Menyusuri jalanan hingga sore hari, mengetuk harapan dari rumah ke rumah. Keranjang sampah yang dijualnya bukan hasil buatannya sendiri. Abah mengambilnya dari seorang pengrajin dengan harga Rp15.000 per buah, lalu menjualnya seharga Rp25.000.


  Namun kenyataan di lapangan tidak selalu mudah. Ketika ada pembeli yang menawar Rp20.000 atau bahkan kurang dari itu, Abah tetap memberikannya. Baginya, mendapat sedikit keuntungan lebih baik daripada pulang tanpa membawa apa-apa.


  Dalam sehari, kondisi fisiknya hanya memungkinkan membawa 4 hingga 5 keranjang saja. Jika seluruh dagangan habis terjual, keuntungan yang dibawa pulang sekitar Rp50.000. Namun itu adalah kondisi terbaik yang jarang terjadi. Tak sedikit hari-hari ketika hanya beberapa saja keranjang yang laku, bahkan sering kali tidak terjual sama sekali.




  Kini banyak orang lebih memilih tempat sampah berbahan plastik karena dianggap lebih praktis, bersih, dan cocok disimpan di dalam rumah. Akibatnya, dagangan Abah semakin sulit mendapatkan pembeli.

  Saat tubuhnya sudah terlalu lelah untuk memikul beban, Abah terkadang meminjam roda dorong milik saudaranya agar tetap bisa berjualan. Dengan tenaga yang tersisa, beliau mendorong keranjang-keranjang itu sambil terus berharap ada yang membeli.


Semua perjuangan itu dilakukan bukan untuk dirinya sendiri.


  Di rumah, ada seorang istri yang menunggu kebutuhan sehari-hari terpenuhi. Ada pula putrinya yang berusia 25 tahun yang sedang sakit dan membutuhkan obat-obatan. Penyakit yang dideritanya terkadang membuat sang anak mengalami kejang-kejang saat kambuh, sehingga membutuhkan perhatian dan pengobatan secara rutin.


  Meski hidup dalam keterbatasan, Abah tidak pernah meminta-minta. Beliau hanya ingin terus berikhtiar mencari rezeki dengan cara yang halal dan terhormat. Di usia yang tak lagi muda, Abah masih memilih berjalan dari rumah ke rumah demi keluarganya.

  Kini, harapan Abah sangat sederhana. Beliau ingin tetap sehat agar bisa terus bekerja, memenuhi kebutuhan keluarga, dan membeli obat untuk putrinya tanpa harus menyusahkan orang lain.

  TemanBaik, mari temani langkah perjuangan mulia seorang Abah Bahrul sama-sama! ❤️

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id