Badan Renta Kulit Keriput Ini Masih Memikul Kursi Demi Sesuap Nasi

Hanya Satu Kursi yang Sanggup Ia Pikul, dan Abah Maslah Tak Pulang Sebelum Kursi Itu Laku
Setiap hari, Abah Maslah hanya membawa satu kursi kayu. Bukan karena tidak ingin membawa lebih banyak, tetapi di usia 72 tahun, tubuhnya hanya sanggup memikul satu. Dan selama kursi itu belum terjual, Abah belum bisa pulang. Ada kalanya ia bertahan berhari-hari, tidur di pasar, menunggu ada seseorang yang mau membelinya.
Ia tidak bisa begitu saja membawa pulang kursi yang tidak laku, karena kursi itu bukan miliknya. Ada uang yang harus ia setorkan kepada pemilik barang. Maka setiap pagi selepas Subuh, Abah kembali melangkah, berjalan puluhan kilometer dari satu tempat ke tempat lain dengan kursi di pundaknya. Biasanya ia baru pulang menjelang sore, tak jarang hingga larut malam.
Dari satu kursi yang terjual, Abah hanya mendapat untung sekitar Rp50.000. Itu pun kalau harganya sesuai. Ketika dagangannya sulit laku dan ada yang menawar rendah, Abah sering tetap melepasnya, meski keuntungannya tinggal Rp20.000. Bagi Abah, itu lebih baik daripada terus menunggu tanpa kepastian.
Abah tidak meminta hidup mewah. Ia hanya ingin bisa mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa harus menginap di pasar demi menjual satu kursi. TemanBaik, yuk patungan untuk ringankan beban Abah Maslah! Klik "Donasi Sekarang"

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
