Jeritan Hati Kakek Bungkuk Berjualan Poster Demi Bahagiakan Keluarga

Abah Sampai Lupa Namanya Sendiri
Ia terdiam lama, lalu harus membuka dompet dan melihat KTP hanya untuk memastikan namanya sendiri. Bukan karena pikun tanpa sebab. Tapi karena di usia 81 tahun, Abah Mumu masih harus bangun sekitar pukul 05.00 pagi, berjalan kaki puluhan kilometer, berkeliling dari pasar tradisional hingga ke rumah-rumah warga demi menjual poster.
Harga satu poster yang Abah jual hanya Rp2.500. Modalnya Rp1.500 per lembar, jadi keuntungan bersihnya cuma Rp1.000 per lembar.
Dalam sehari, paling banyak Abah bisa menjual 30 lembar. Itu pun kalau semuanya laku. Artinya, di hari paling beruntung sekalipun, Abah pulang membawa Rp30.000 untuk sehari, untuk berdua bersama istrinya.
Tapi tidak semua hari seberuntung itu. Tak jarang poster yang dibawa masih tersisa banyak. Bahkan ada hari-hari ketika tidak satu pun laku, dan Abah pulang dengan tangan kosong.
Saat kami bertanya, "Abah siapa namanya?" Abah sempat lupa. Dan ia harus melihat KTP-nya sendiri untuk menjawabnya. Entah karena usia. Entah karena lelah yang sudah menumpuk bertahun-tahun. Namun ada satu hal yang tidak pernah pudar dari diri Abah: rasa syukurnya.
Bagi Abah, rezeki bukan sekadar uang. Masih diberi kesehatan, masih bisa berjalan, masih bisa bekerja, dan masih bisa beribadah itu semua sudah nikmat yang sangat ia syukuri.
Saat ditanya apa yang paling diinginkan, Abah tidak menyebut rumah mewah, kendaraan, atau barang mahal. Abah hanya ingin dua hal sederhana: memiliki listrik sendiri, dan punya usaha kecil di rumah supaya di sisa usianya, ia tidak perlu lagi berjalan puluhan kilometer setiap hari, dan bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama Emak.
Bagi kita, mungkin donasi ini nilainya tidak seberapa. Tapi bagi Abah dan Emak, itu bisa jadi jalan untuk mengubah hari-hari mereka. Semoga setiap rupiah yang TemanBaik titipkan menjadi jalan keberkahan untuk Abah, untuk Emak, dan untuk kita yang menitipkannya. Klik "Donasi Sekarang" ❤️

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
