DARURAT.. Bantu Kakek Bungkuk Hadapi Kerasnya Dunia

Setiap pagi, Abah berangkat membawa sapu lidi dan anyaman seadanya, berjalan puluhan kilometer tanpa kepastian satu pun akan laku.
Tenaganya sudah tidak kuat, badannya kurus kering tak bertenaga. Tapi jika berhenti, berarti tidak ada yang bisa dimakan hari itu..
bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk istrinya yang terbaring sakit di rumah.
Rumah yang mereka tempati pun nyaris roboh, atap bocor, dinding rapuh, dan semakin mencekam ketika hujan datang.
Sering kali, setelah seharian berkeliling, Abah pulang dengan tangan kosong. Tidak ada uang. Tidak ada makanan. Hanya rasa lelah yang harus dibawa sampai besok pagi. Tapi untungnya masih ada daun singkong yang tumbuh di dekat rumahnya. Sehingga perut kosongnya itu hanya ia ganjal dengan rebusan daun singkong.
Di usianya yang sudah menginjak 82 tahun, abah sebetulnya sudah lelah berjalan tanpa kepastian. Tapi ia sudah bertekad untuk terus berjuang hingga nafasnya tak lagi membersamai.
Yuk bantu Abah Udin hari ini! Sedikit dari kita, bisa jadi satu-satunya alasan mereka untuk bisa bertahan. ❤️

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
