Kakek Pemulung Berjuang Hingga Malam Demi Hidupi 3 Cucunya

Menunggu Serpihan Ikan yang Dibuang, untuk Lauk Anak dan Cucunya
Malam itu, Abah Udin sedang meminta serpihan ikan tongkol yang dibuang oleh seorang penjual di pasar. Bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk dibawa pulang menjadi lauk bagi anak dan ketiga cucunya. Beruntung, penjual ikan itu berbaik hati dan memberikannya.
Usianya 73 tahun. Setiap malam sehabis sholat Magrib, Abah berjalan kaki sejauh 5 kilometer menuju pasar tradisional, bukan untuk berbelanja atau berdagang, melainkan memungut botol plastik dan kardus bekas yang bisa dijual kembali. Ia biasanya baru pulang tengah malam, dengan hasil yang paling banyak hanya sekitar Rp5.000.
Uang sekecil itulah yang harus diperjuangkan Abah setiap malam untuk membantu memenuhi kebutuhan makan keluarganya. Sebab Abah bukan hanya menanggung dirinya sendiri. Ia masih menjadi tulang punggung bagi anak perempuannya dan 3 cucu yang ditinggalkan oleh ayah mereka.
Menjadi pemulung sebenarnya bukan pilihan yang pernah diinginkan Abah. Beberapa tahun lalu, ia tertabrak mobil dan sejak itu tidak lagi mampu bekerja seperti dulu. Belum pulih dari musibah itu, Abah juga pernah dipatuk ular berbisa yang membuat penglihatannya sedikit kabur. Dengan kondisi seperti itu, tidak banyak yang mau mempekerjakannya, dan hanya dari memulung inilah menjadi satu-satunya cara yang masih bisa abah lakukan.
Ia memilih malam hari bukan tanpa alasan. "Kalau malam kan agak sepi kendaraan," katanya, saat ditanya kenapa memilih waktu segelap itu untuk berjalan. Ia masih trauma dan takut kembali tertabrak di jalan yang ramai.
Namun ketika ditanya apa sebenarnya yang paling ia inginkan, jawaban Abah cukup mengejutkan. Ia ternyata tidak ingin selamanya menjadi pemulung. Abah ingin berjualan, memiliki usaha kecil yang bisa dijalankan dari rumah atau di sekitar tempat tinggalnya. Yang membuat keinginan itu belum terwujud hanya satu hal: ia tidak punya modal.
Di usia 73 tahun, Abah masih ingin bekerja dengan tangannya sendiri, bukan meminta belas kasihan. Bantuan yang terkumpul bisa digunakan untuk modal usaha kecil, supaya suatu hari nanti Abah tidak perlu lagi berjalan 5 kilometer di tengah gelapnya malam hanya untuk memungut botol dan kardus bekas. Yuk Klik "Donasi Sekarang"

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
