Hidup Sebatangkara di Kandang Entok Karena Rumah Ambruk

Dalam ingatan abah Udin masih tersimpan beragam memori tentang hidupnya bersama rumah ini. Kenangan bersama keluarga selama puluhan tahun masih tergambar dengan jelas di kepalanya. Namun sayang, kini yang tersisa hanya puing-puing bangunan yang sudah tak layak huni.
Beberapa waktu lalu rumah ini sebagian besarnya ambruk dan sudah benar-benar tak layak huni, sehingga abah terpaksa pindah ke kandang entok demi bisa merebahkan diri.
Hanya ditemani seekor entok, abah menghabiskan hari-harinya yang sepi seorang diri. Istri yang sangat ia cintai harus pergi meninggalkan abah lebih dulu karena mengidap penyakit. Jadi untuk sekarang abah harus berjuang seorang diri demi bisa bertahan hidup. Kadang abah keliling memungut rongsokan, kadang keliling berjualan sapu atau hasil anyaman milik tetangganya, yang penting bisa menghasilkan bagaimanapun caranya. Karena bisa bawa pulang seribu duaribu pun abah sudah sangat bersyukur.
Di usia ketika banyak orang menikmati masa tua bersama keluarga atau menyibukkan diri dengan ibadah, Abah justru harus memikirkan cara bertahan hidup seorang diri. Pulang ke gubuk kecil bekas kandang entok yang sunyi, tanpa kehadiran sang istri, tanpa tempat bersandar yang layak, dan tanpa kepastian untuk esok hari.
TemanBaik, yuk temani perjuangan Abah Udin. Donasi darimu untuk Abah akan digunakan untuk mewujudkan keinginannya untuk mempunyai tempat tinggal yang lebih layak dan memenuhi kebutuhan hariannya agar bisa lebih tenang menikmati masa tuanya. Klik "Donasi Sekarang"

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
