Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Lawan Sakit Demi Keluarga...Abah Yayat Terus Berjualan

Lawan Sakit Demi Keluarga...Abah Yayat Terus Berjualan

Rp 70.000Terkumpul dari Rp 20.000.000
18 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Setiap pagi, ketika sebagian orang masih terlelap di balik hangatnya selimut, Abah Yayat sudah berdiri di pinggir jalan sejak pukul 05.00.


  Tubuhnya yang kini berusia 76 tahun sudah tidak lagi tegap seperti dahulu. Punggungnya membungkuk, langkahnya pun tak lagi kuat. Bahkan untuk berdiri, Abah terkadang harus mencari pegangan. Namun setiap pagi, Abah tetap memaksakan diri untuk berjualan gorengan di pinggir jalan Kota Tasikmalaya. Gorengan sederhana seharga Rp1.000 per buah menjadi tumpuan Abah untuk mendapatkan penghasilan dan membawa pulang makanan bagi keluarganya.


Dulu, Abah bekerja sebagai buruh angkut di Jakarta.

  Bertahun-tahun tubuhnya terbiasa mengangkat beban berat. Rasa pegal dan sakit di punggung sering kali Abah abaikan. Selama masih bisa bekerja, Abah terus bekerja.

Hingga perlahan, tubuhnya mulai membungkuk.

  Sakit yang dahulu hanya terasa sesekali, kini membuat Abah kesulitan berdiri dan berjalan dalam waktu lama.

  Akhirnya Abah pulang ke kampung halamannya di Tasikmalaya. Namun kepulangannya bukan untuk menikmati hari tua.Abah pulang untuk kembali mencari nafkah. Di rumah, ada seorang istri, seorang anak perempuan, dan tiga cucu yang kehilangan sosok ayahnya. Mereka menjadi alasan mengapa Abah masih berusaha berdiri setiap pagi meski tubuhnya sudah renta.


Abah biasanya berjualan hingga sekitar pukul 11.00 siang.

  Bukan karena dagangannya sudah habis. Tetapi karena tubuhnya sudah tidak kuat lagi. Dalam sehari, Abah paling banyak mendapatkan sekitar Rp50.000 dari satu kilo adonan gorengan. Itupun belum seluruhnya menjadi penghasilan bersih, karena sebagian harus kembali digunakan untuk membeli bahan dagangan agar esok Abah masih bisa berjualan.


  Bayangkan...Rp50.000 harus dibagi untuk kebutuhan keluarga, modal dagang berikutnya, dan obat untuk tubuh yang terus menahan sakit. Saat punggungnya terasa sakit, Abah belum mampu mendapatkan pengobatan yang layak. Koyo yang ditempelkan di punggung menjadi salah satu cara sederhana Abah meredakan rasa sakit. Bukan karena Abah tidak ingin berobat. Tetapi karena kebutuhan keluarga jauh lebih dulu harus dipenuhi.


  Di usianya yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat, Abah justru kembali berdiri di pinggir jalan. Tubuhnya boleh semakin renta. Punggungnya boleh semakin membungkuk.

  Tapi tanggung jawab Abah terhadap keluarganya belum pernah berhenti. Ketika ditanya tentang harapannya, Abah tidak meminta banyak.

  "Kalau Allah kasih rezeki dan modal, Abah ingin menambah dagangan dan memperbesar usaha, supaya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan punya uang untuk berobat."

Sederhana sekali harapan Abah.

  Abah hanya ingin memiliki modal yang cukup agar usahanya bisa berkembang, kebutuhan keluarganya terpenuhi, dan dirinya bisa mendapatkan pengobatan untuk sakit yang selama ini ditahannya.

#

  TemanBaik, Abah Yayat sudah puluhan tahun menukar tenaga dan keringatnya demi keluarga. Kini, ketika tubuhnya semakin renta, mari kita hadir untuk meringankan perjuangannya.

Donasi yang Anda titipkan insyaAllah akan digunakan untuk:

  1. Modal usaha gorengan: membantu Abah menambah produksi dan mengembangkan dagangannya agar penghasilan lebih stabil.
  2. Kebutuhan sehari-hari: membantu memenuhi kebutuhan pangan Abah dan keluarganya.
  3. Obat dan pengobatan: membantu Abah mendapatkan obat serta pemeriksaan yang dibutuhkan untuk kondisi tubuhnya.
  4. Meringankan beban keluarga: agar Abah tidak harus terus memaksakan tubuhnya yang renta untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga.

Mungkin Rp10.000 atau Rp20.000 terasa kecil bagi kita.

  Namun bagi Abah Yayat, kebaikan sekecil itu bisa menjadi tambahan modal, sepiring makanan, obat untuk meredakan sakit, atau alasan untuk tetap bertahan satu hari lagi.


  Klik "Donasi Sekarang" dan temani perjuangan Abah Yayat agar tetap bisa menghidupi keluarganya tanpa harus terus menahan sakit seorang diri. ❤️


Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id