Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Usap Tangis Yatim Pejuang Nafkah yang Merindukan Sang Ayah

Usap Tangis Yatim Pejuang Nafkah yang Merindukan Sang Ayah

Rp 330.000Terkumpul dari Rp 30.000.000
27 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

"Kangen ke Ayah..."

  Itu jawaban singkat Aishwa (9 tahun), saat ditanya siapa yang paling ia rindukan.

Bukan liburan. Bukan mainan baru. Tapi sosok Ayahnya.


  Namanya Aishwa, biasa dipanggil Awa. Setiap hari sepulang sekolah, saat teman-teman seusianya berganti baju lalu bermain, Awa justru bersiap "kerja": berkeliling kampung menjajakan bolus kukus seharga Rp2.000 per bungkus, dari rumah ke rumah, sampai sore.


  Ayah Awa meninggal dunia saat Awa berusia 6 tahun. Sejak itu, beban yang seharusnya ditanggung sang Ayah, kini ditanggung sendiri olehnya di usia yang harusnya ia habiskan untuk bermain dan belajar.


  Tak jarang, Awa bahkan tidak sempat berganti seragam sekolah dulu sebelum berjualan. Bukan karena malas. Ia hanya takut hari keburu sore dan dagangannya belum habis.Kalau semua laku, hanya sekitar Rp15.000 yang bisa ia bawa pulang.


  Awa juga tidak berjualan sendirian. Ia selalu mengajak Rafassya, adiknya yang baru berusia 3 tahun. Bukan untuk mencari belas kasihan orang,tapi semata-mata karena memang tidak ada yang bisa menjaga Rafassya.


  Ada satu tempat yang selalu Awa datangi ketika rindu itu tak tertahankan: makam ayahnya. Ia duduk di sana, diam, berdoa, seolah sedang bercerita tentang sekolahnya, jualannya, dan bagaimana ia sekarang ikut berjuang membantu perekonomian keluarga.


  Awa masih kecil. Tapi yang ia tanggung, sudah sebesar tanggungan orang dewasa. Bagi kita, Rp10.000 mungkin cuma uang kecil. Tapi bagi keluarga yang sedang bertahan, itu bisa jadi penopang hari ini.


  Jangan tunggu sampai mampu memberi dalam jumlah besar. Sedikit dari banyak orang, insyaAllah, bisa menjadi pertolongan besar bagi Awa dan Rafassya ❤️

Klik "Donasi Sekarang"

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id