Dekap Yatim Pejuang Nafkah, Lipatgandakan Pahala & Kebaikan

Namanya Keysa. Di usia yang baru menginjak 7 tahun, Keysa kecil sudah dihadapkan dengan situasi pahit yaitu ditinggal orang tua selama-lamanya. Perasaan sedih sudah pasti Kesya alami, seringkali ia menangis sendirian ketika ingat sosok ayah yang dulu selalu menemani dan memberi sesuatu untuknya.
Seiring berjalannya waktu, Kesya sekarang sudah duduk di kelas 5 SD, dan ketika anak-anak seusianya sibuk bermain dan belajar di sekolah, Keysa justru sibuk memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa bertahan hidup.
Setiap hari, Keysa berjualan es lilin seharga Rp1.000 yang ia ambil dari tetangganya. Selain itu kadang-kadang Kesya juga membawa snack-snack kecil. Dari setiap es yang berhasil terjual, Keysa mendapatkan upah Rp100 perak. Sebuah angka yang tergolong sangat-sangat kecil untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari.
Saat ditanya “Keysa kalau besar mau jadi apa?”, tanpa perasaan ragu Keysa menjawab: “Mau jadi dokter”.
Sebuah cita-cita sederhana dari seorang anak yang setiap hari harus berjuang mendapatkan uang untuk bekalnya sendiri.
Dan meskipun hidup dalam keterbatasan, Keysa bukan anak yang menyerah pada keadaan. Keysa adalah anak yang berprestasi. Ia selalu berusaha mempertahankan nilainya dan sering masuk 3 besar di kelasnya.
Lalu ketika ditanya tentang sosok ayahnya, Keysa mengaku sangat rindu. Ia masih mengingat bagaimana dulu, ketika ayahnya masih ada, apa pun yang ia inginkan sebisa mungkin dibelikan dan dituruti oleh sang ayah, meski kondisi ekonomi mereka tidak terlalu baik. Kini, sosok itu sudah tidak ada.
Dengan polos Keysa berkata bahwa sekarang sudah tidak ada lagi yang membelikan apa yang ia inginkan.
“Kalau ada ayah, apa yang Kesya mau Ayah selalu ngusahain… sekarang udah ngga bisa.”
Masa depan Kesya masih panjang dan penuh harapan. Akan tetapi keadaan ini memaksanya untuk berjuang lebih keras. TemanBaik, maukah kamu sisihkan sebagian rezeki untuk bantu Kesya kecil bertahan?
Klik "Donasi Sekarang" ❤️

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
