Bantu Ibu Tangguh. Semoga Allah Jaga Kesehatan Anda

"Hanya air gula yang bisa diberikan Ibu Sinta saat Nizar merintih lapar. Susu adalah kemewahan yang tak lagi terjangkau sejak sang ayah tiada."
Di usianya yang baru 2 tahun, Muhammad Nizar Alfatah (Nizar) harus memikul beban yang sangat berat. Sejak lahir, Nizar didiagnosis mengidap Hidrosefalus (penumpukan cairan di otak). Di usia satu tahun, ia telah menjalani operasi pemasangan selang di kepalanya untuk menyambung hidup. Namun, perjuangan Nizar kini terancam terhenti karena kondisi ekonomi keluarga yang sangat memprihatinkan.
Kehilangan Tulang Punggung dan Air Mata di Balik Botol Susu Sejak sang ayah meninggal dunia, Nizar kehilangan sosok pelindung sekaligus penafkah. Kini, sang ibu, Ibu Sinta, berjuang sendirian. Jangankan untuk biaya kontrol medis ke rumah sakit, untuk membeli susu formula pun Ibu Sinta sudah tidak mampu. Dengan hati yang hancur, terpaksa ia memberikan air putih dicampur gula sebagai pengganti susu agar perut Nizar tidak kosong.
Tiga Generasi Berjuang dalam Satu Atap Keluarga kecil ini menumpang hidup di rumah Nenek Itar, nenek dari Ibu Sinta yang sudah tua renta. Namun, usia senja tak membuat Nenek Itar berpangku tangan. Setiap pagi pukul 07.00 hingga siang, ia bekerja sebagai buruh tanam kentang (ngabedug) di ladang orang lain dengan upah hanya 35 ribu rupiah.
Sementara itu, Ibu Sinta setiap harinya berkeliling menjajal seblak makroni. Jika dagangannya habis, ia hanya membawa pulang 30 ribu rupiah. Kesedihan semakin mendalam jika hujan turun; Ibu Sinta tak bisa berkeliling, dan Nenek Itar tak bisa ke ladang. Demi bertahan hidup, Ibu Sinta bahkan telah menjual cincin pernikahannya—satu-satunya kenangan dari almarhum suaminya.
Harapan untuk Nizar Nizar sangat membutuhkan kontrol rutin ke rumah sakit agar selang di kepalanya tetap berfungsi dengan baik dan tidak terjadi infeksi. Ia juga membutuhkan nutrisi (susu) yang layak untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhannya.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini," kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)
#TemanBaik, jangan biarkan Nizar terus meminum air gula. Mari kita ulurkan tangan untuk meringankan beban Ibu Sinta dan memberikan kesempatan bagi Nizar untuk tumbuh lebih sehat dan ibunya memiliki usaha yang lebih layak agar bisa lebih mandiri membesarkan Nizar dan keluarga.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
