Kakek Tak Kuasa Menahan Tangis Karena Keluarganya Kelaparan

Pulang Malam Tanpa Sepeser Uang, Sementara di Rumah Tak Ada Beras untuk Anak-anaknya
Suatu malam, Kakek Isro pulang tanpa membawa uang sepeser pun. Di rumah, tidak ada beras untuk dimasak dan tidak ada makanan yang bisa ia berikan kepada anak-anaknya. Malam itu, ayah berusia 70 tahun ini hanya bisa menangis.
Sejak istrinya meninggal dunia, Kakek Isro menghidupi dan mengurus anak-anaknya yang masih kecil seorang diri. Setiap hari sejak pukul 06.00 pagi, ia berjalan kaki puluhan kilometer menawarkan jasa memperbaiki peralatan rumah tangga, terutama patri wajan aluminium, berharap ada orang yang membutuhkan jasanya. Dalam sehari, ia biasanya membawa pulang sekitar Rp30.000 sampai Rp50.000, tetapi tak jarang ia pulang dengan tangan kosong karena seharian tidak ada satu pun pelanggan.
Di hari-hari seperti itu, satu-satunya jalan yang tersisa adalah berutang kepada tetangga, kalau masih diizinkan, agar anak-anaknya tetap bisa makan.
Kini keadaannya semakin berat. Tubuh yang sudah renta dan dipaksa berjalan puluhan kilometer setiap hari akhirnya jatuh sakit, dan sudah lebih dari seminggu Kakek Isro tidak mampu keluar mencari nafkah. Satu-satunya tumpuan keluarga itu sekarang terbaring di rumah, sementara anak-anaknya tetap perlu makan setiap hari.
Kakek Isro tidak meminta hidup mewah. Ia hanya ingin anak-anaknya tidak kelaparan. Donasimu yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, biaya pengobatan Kakek Isro, kebutuhan hidup keluarganya. Yuk ringankan beban Kakek sekarang juga! klik "Donasi Sekarang"

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
