Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Demi Sesuap Nasi Nenek Rela Jualan Sampai Malam

Demi Sesuap Nasi Nenek Rela Jualan Sampai Malam

Rp 8.899.500Terkumpul dari Rp 20.000.000
18 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Malam telah tiba. Lampu-lampu kendaraan memenuhi jalanan kota. Di tengah keramaian itu, terlihat seorang nenek renta berjalan perlahan sambil membawa beberapa bungkus tisu di tangannya.


  Namanya Mbah Sri Komariyah, usia beliau kini telah menginjak 84 tahun. Dengan langkah yang mulai rapuh dimakan usia, Mbah Sri menawarkan tisu dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya. Tisu yang beliau jual hanya seharga Rp5.000, dengan keuntungan sekitar Rp1.500 per bungkus. Jumlah yang mungkin tidak berarti bagi sebagian orang, tetapi bagi Mbah Sri itulah harapan untuk bisa membeli makanan hari itu.


  Di usia senjanya, ketika banyak lansia menikmati waktu bersama keluarga dan beristirahat di rumah, Mbah Sri justru masih harus bergelut dengan kerasnya kehidupan. Enam tahun yang lalu, suami tercintanya meninggal dunia.


  Sejak saat itu, Mbah Sri harus menjalani hidup seorang diri. Tidak ada pasangan yang menemani. Tidak ada keluarga yang setiap hari mengurus dan memperhatikan keadaannya. Saat ini beliau hanya menumpang tinggal di sebuah kontrakan kecil seadanya.


  Ketika ditanya mengapa masih berjualan di usia yang sudah sangat tua, Mbah Sri menjawab dengan mata berkaca-kaca.

  "Kalau mbah nggak jalan, dari mana mbah bisa makan? Nggak ada yang ngasih. Daripada mbah minta-minta, lebih baik jualan. Walaupun hasilnya sedikit, tapi berkah."

  Kalimat sederhana itu menggambarkan betapa besar semangat juang yang masih beliau jaga di tengah segala keterbatasan.


  Dalam sehari, keuntungan yang didapat Mbah Sri rata-rata hanya sekitar Rp15.000. Uang tersebut biasanya hanya cukup untuk membeli makan satu kali dalam sehari. Namun tidak setiap hari dagangannya laku.

  Ada hari-hari ketika Mbah Sri pulang tanpa membawa uang sepeser pun. Pada saat seperti itu, beliau hanya bisa menahan lapar dan berharap esok hari ada rezeki yang datang.


  Bahkan sesekali Mbah Sri menghabiskan malam di mushola atau di emperan stasiun, menunggu pagi datang sambil berdoa semoga hari berikutnya membawa sedikit rezeki untuknya.


  Hari ini, harapan Mbah Sri sebenarnya sangat sederhana. Beliau tidak berharap punya rumah mewah. Tidak meminta harta yang berlimpah.

  Mbah Sri hanya berharap bisa makan walaupun satu kali sehari, agar tubuhnya tetap memiliki tenaga untuk menjalankan ibadah dan menghabiskan sisa usianya dengan lebih tenang. Yuk temani langkah Mbah Sri dengan bantuan donasi darimu ❤️

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id