Bantu Nenek Penjual Kain Lap Rawat Cucu Lumpuh

"Sakit hati sekali saya, lihat anak perempuan satu-satunya di-KDRT sama suaminya sendiri di depan mata kepala saya," ucap Nenek Isah sambil menangis pilu mengingat masa lalu.
Trauma mendalam itu tidak hanya membekas di hati Nenek Isah, tapi juga pada cucu tercintanya, Gea. Sejak bayi, Gea harus tumbuh dengan kondisi lumpuh. Pilunya, saat ayah kandungnya dulu melakukan KDRT di depan matanya, Gea kecil yang ketakutan langsung mengalami kejang hebat. Bukannya menolong, sang ayah justru tega melempar Gea karena kesal melihatnya kejang.
Kini ayah Gea telah pergi tanpa kabar, meninggalkan trauma mendalam serta tumpukan utang yang tidak sedikit. Demi melunasi utang mantan suaminya itu, ibu Gea terpaksa merantau menjadi ART di luar kota. Namun, gajinya yang tak seberapa habis hanya untuk mencicil utang, membuat Gea kini harus dirawat sepenuhnya oleh sang nenek, Nenek Isah, di sebuah rumah sepetak yang lusuh, lembap, dan dindingnya sudah miring.
Di usianya yang sudah senja, Nenek Isah menolak menyerah pada keadaan. Demi menghidupi Gea dan beberapa kucing jalanan yang mereka rawat dengan penuh kasih sayang, setiap hari Nenek Isah berjalan kaki keliling kampung untuk menjual kain lap.
Perjuangan fisik yang menguras tenaga itu sering kali hanya menghasilkan uang Rp10.000 hingga Rp20.000 per hari. Uang sekecil itu tentu jauh dari kata cukup. Jangankan untuk memperbaiki dinding rumah mereka yang hampir roboh, untuk sekadar memastikan mereka bisa makan esok hari saja sudah menjadi perjuangan yang berat.
Akibat himpitan ekonomi ini, Gea terpaksa putus sekolah dari Sekolah Luar Biasa (SLB) karena Nenek Isah tidak lagi mampu membayar biayanya. Padahal, dari balik tubuhnya yang lumpuh, Gea menyimpan semangat belajar yang luar biasa. Ia sangat ingin bisa bersekolah lagi dan merasakan kebahagiaan bermain bersama teman-teman sebayanya.
Selain impian untuk belajar, Gea juga sangat membutuhkan sentuhan medis. Sejak bayi hingga kini, Gea belum pernah mendapatkan perawatan kesehatan atau terapi yang layak untuk memulihkan kondisi fisiknya.
#OrangBaik, masa lalu Gea penuh dengan bayang-bayang kekerasan dan keterbatasan. Di masa tumbuhnya ini, mari kita hadirkan lembaran baru yang penuh binar kebahagiaan untuknya.
Kami dari Yayasan Jejak Binar Harapan mengajak Anda semua untuk mengulurkan tangan. Donasi dari Anda akan digunakan untuk biaya perawatan kesehatan Gea, melanjutkan pendidikannya yang terputus, serta memberikan modal usaha mandiri yang lebih layak untuk Nenek Isah di rumah.
Mari bagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak orang baik yang ikut merajut mimpi masa depan Gea. Terima kasih!

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
