Dengan 1 Kaki dan Mata Buta Pak Eko Tetap Hadapi Dunia

Pak Eko tak bisa melihat… tapi setiap pagi, ia tetap menghitung telur satu per satu, dengan tangan yang meraba, bukan matanya. Satu telur, untungnya hanya 500 rupiah. Kalau salah hitung sedikit saja, bukan cuma rugi… tapi berarti hari itu dia tidak bisa makan.
Dulu, hidupnya tidak seperti ini. Tahun 2004, sebuah kecelakaan maut merenggut kakinya. Pak Eko sempat bangkit. Dengan sisa tenaga dan harga diri, ia membangun usaha telur asin dari nol. Ia produksi sendiri, ia jual sendiri. Pelan-pelan, hidupnya kembali punya arah. Sampai 2020 datang dan menghancurkan semuanya lagi. Sebuah benturan di kepala membuat penglihatannya hilang. Gelap. Total. Usaha yang ia bangun bertahun-tahun… terpaksa dilepas. Sekarang, Pak Eko hanya bisa mengambil telur asin dari orang lain. Menjual kembali… dengan keuntungan yang nyaris tidak cukup untuk bertahan hidup.
Kadang ia menambah penghasilan dengan membuka jasa pijat. Tapi dalam seminggu, hanya 1 atau 2 orang yang datang. Bahkan seringkali tidak ada sama sekali.
Di usia 54 tahun, dengan satu kaki dan tanpa penglihatan, Pak Eko masih memilih untuk tidak menyerah. Ia hanya punya satu harapan sederhana: punya tempat kecil untuk jualan dan pijat, serta beberapa ayam petelur agar bisa kembali berdiri dari usahanya sendiri.
TemanBaik! yuk bantu Pak Eko bangkit lagi, jangan biarkan ia terus bertahan dengan kondisinya yang serba kesulitan. ❤️

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
