Bantu Perjuangan Tukang Pijat Tunanetra Rawat Istri Stroke

Kakinya Pernah Digilas Mobil, Pak Tri Tetap Berjalan Menawarkan Jasa Pijat
"Bahkan pernah saya ditabrak, kaki saya dia gilas dengan mobilnya. Saya baru sadar kaki berdarah setelah orang yang nabraknya pergi gitu aja."
Itu cerita Pak Triyanto, 45 tahun, tukang pijat keliling yang tidak bisa melihat sejak lahir. Setiap hari ia menyusuri jalanan Kota berkilo-kilometer, tanpa kendaraan dan tanpa pendamping, hanya dengan spanduk yang digantung di tubuhnya.
Terserempet motor, tersandung, terpeleset, hingga terjatuh sudah menjadi makanan sehari-hari, dan tak jarang tidak ada satu tangan pun yang membantunya berdiri kembali.
Penghasilannya pun tidak menentu. "Sering seharian saya nggak dapat satu pun yang mau dipijit, makanya saya keliling bisa sampai malam, Mas." Karena jarak dan biaya, ia mengontrak kamar kecil di tengah kota, terpisah dari istri dan anaknya di kampung. Uang yang didapat sering hanya cukup untuk makan dan membayar kontrakan, sehingga ia tak bisa pulang. Makannya seadanya, nasi dengan tahu atau tempe, bahkan sering hanya nasi dan garam. "Yang penting bisa beli beras," ujarnya pelan.
Semua itu ia jalani agar istrinya bisa berobat dan anaknya tetap bisa sekolah. Istrinya juga tunanetra, dan stroke yang semula ringan kini semakin parah, padahal sebelumnya ia masih membantu ekonomi keluarga dengan membuat sapu lidi. Kini Pak Tri terpaksa lebih banyak memusatkan waktunya untuk merawat sang istri.
Harapan kecil yang telah lama ia simpan selain untuk pengobatan istrinya adalah sebuah kursi roda agar sang istri bisa lebih mudah untuk dibawa-bawa oleh Pak Tri. Selain itu mereka juga sangat membutuhkan keperluan hidup sehari-hari, serta biaya sekolah agar sang anak bisa menggapai cita-citanya. Yuk kita sama-sama wujudkan harapan Pak Triyanto sekarang! klik "Donasi Sekarang" ❤️

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
