Bantu Wujudkan Harapan Mereka Yang Tak Punya Sandaran

Badannya lelah karena berjuang seharian, tapi setiap malam Ia terpaksa tidur sendirian
Bukan di rumah, tapi di 'trotoar atau rumah kosong yang sudah rusak, beralaskan tikar bekas. Namanya Abah Mamat, 70 tahun. Lima tahun lalu istrinya meninggal dunia. Ia masih punya beberapa anak, namun menurut ceritanya sendiri, anak-anaknya kini sibuk dengan kehidupan masing-masing, sehingga Abah menjalani hidupnya sendirian.
Setiap pagi ia berjalan puluhan kilometer membawa perlengkapan sol sepatu, menawarkan jasanya dari satu tempat ke tempat lain. Penghasilannya tidak pernah pasti, biasanya hanya sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 sehari, cukup untuk makan agar bisa bertahan sampai esok.
Malam hari, perjuangannya belum selesai. Abah tidak punya rumah dan tidak sanggup membayar kontrakan, sehingga ia mencari tempat apa saja untuk merebahkan tubuh, kadang di trotoar, kadang di rumah kosong yang rusak, hanya beralaskan tikar bekas. Sendirian, dalam dingin, tanpa tahu apakah esok akan ada penghasilan atau tidak.
Abah tidak sedang mencari kemewahan. Ia hanya ingin bertahan hidup, punya tempat berteduh, bisa tidur dengan aman, dan makan tanpa terus-menerus khawatir.
Mari Bantu Abah Mamat Punya Tempat untuk Pulang
Abah tidak sedang meminta dikasihani. Di usia 70 tahun tanpa siapa pun di sisinya, ia masih memilih bangun dan bekerja setiap hari.
Bantuan kita bisa berarti tempat tinggal sederhana yang layak, kebutuhan makan harian, dan perlengkapan usaha agar penghasilannya lebih stabil. Bagi kita ini mungkin bukan jumlah besar. Tapi bagi Abah, ini bisa jadi jalan agar di usia senjanya ia tidak lagi menderita. Klik "Donasi Sekarang".

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
