Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Pengobatan Bu Sani Yang Di Siram Air Keras Oleh Mantan Suaminya

Bantu Pengobatan Bu Sani Yang Di Siram Air Keras Oleh Mantan Suaminya

Rp 0Terkumpul dari Rp 100.000.000
61 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Di Lampung terasa begitu dingin dan mencekam bagi Ibu Sania Ningsih (53 Tahun). “Setiap malam bayang-bayang kejadian mengerikan malam itu seperti kembali berputar”.

  Mantan suaminya/Ayah tiri Winda tega menyiramkan air keras ke tubuhnya saat ia sedang berjalan bersama putri kecilnya, Winda Yulia Ningsih, yang saat itu spontan memeluk sang ibu demi melindunginya.

  Akibatnya, cairan setan itu membuat seluruh tubuh Ibu Sani melepuh parah dan mengalami kontraktur hebat—"kondisi di mana kulit, otot, dan jaringan tubuhnya mengencang secara permanen hingga sendi-sendinya kaku tak bisa digerakkan”.

  Winda yang kini berusia 13 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SMP pun harus ikut “menanggung beban berat dan menjadi tulang punggung keluarga” sebuah tragedi pilu yang mengubah total garis hidup mereka dalam sekejap mata.

  Sejak ibunya tak berdaya, Winda langsung mengambil alih peran ibunya.di usianya yang masih sangat muda. Tanpa mengeluh, tangan kecilnya setiap hari harus sibuk mengurus rumah dan ibunya.

  Dan setiap hari ia menjinjing bakul kue keliling demi mengais rezeki. Winda berjalan berkilo-kilometer, winda rela berjalan berkilo-kilo meter meski penjualan kue cuma laku 20rb hungga 30rb rupiah perhari —nominal yang teramat jauh dari kata cukup.

“Winda kenapa nilainya merosot?”. ucap guru kepada winda

  “maaf bu, karena winda harus berjualan kue dan fokus ngerawat ibu yang sedang sakit di rumah”

  Beban berat sekaligus tulang punggung membuat winda tidak fokus untuk sekolah hingga guru sampai menegurnya. Namun semangat Winda tak pernah padam karena ia punya cita-cita mulia menjadi seorang dokter agar bisa menyembuhkan orang-orang sakit seperti ibunya.

  Di sisi lain, “kondisi ekonomi mereka sebenarnya sudah sangat mendesak dan berada di titik nadir” di sisa-sisa barang berharga milik bu sani satu persatu terjual untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari.

  ​Di dalam hati kecil mereka, ada kerinduan mendalam yang terus dipanjatkan dalam doa. “Winda sangat berharap ibunya bisa sembuh total dan hidup normal lagi, bahkan ia begitu merindukan masakan Ibu Sani yang sudah lama tidak pernah ia cicipi semenjak sakit”. Sementara itu, “Ibu Sani sendiri selalu menangis di setiap sujudnya, berharap mukjizat kesembuhan segera datang agar Winda tidak lagi sendirian memikul beban hidup yang begitu berat di masa remajanya”.


  Keduanya kini terus bertahan di tengah keterbatasan, saling menguatkan di dalam rumah kecil mereka, berharap uluran tangan dan keajaiban bisa menyembuhkan luka fisik serta batin yang mereka bawa setiap hari. Mari bersama-sama ringankan langkah perjuangan Ibu Sani Dan anaknya Winda dengan cara:

  1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran yang tersedia untuk berdonasi seperti Virtual account (VA), Instant wallet, Bank transfer, QRIS, dan Kartu kredit
Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id