Yatim Piatu Ini Terus Berjuang Meski Matanya tak Lagi Bisa Melihat

Berjalan Berkilo-kilometer dari Pasar ke Pasar, Tanpa Bisa Melihat Jalan
Setiap pagi, Intan berjalan kaki dari satu pasar ke pasar lain, menjajakan cemilan yang ia bawa, meski kedua matanya tidak bisa melihat jalan yang ia lalui. Ia mengambil cemilan itu dari tetangganya seharga Rp4.000 per bungkus, lalu menjualnya kembali Rp6.000. Keuntungan yang didapatnya hanya Rp2.000 untuk setiap bungkus yang laku.
Sejak kedua orang tuanya meninggal dunia, Intan menjalani hidupnya sendirian. Tidak ada lagi tempat untuk bergantung, apalagi dengan kondisinya sebagai tunanetra yang membuat setiap langkah jauh lebih berat dari yang terlihat.
Dalam sehari, ia biasanya hanya mampu menjual sekitar 10 sampai 15 bungkus, dengan penghasilan sekitar Rp20.000 sampai Rp30.000. Itu pun kalau dagangannya laku. Ada hari ketika tidak satu pun terjual, dan Intan pulang dengan tangan kosong, menahan lapar, berharap ada tetangga yang berbaik hati memberinya makan.
Dari penghasilan yang tidak menentu itu, ia juga harus menyisihkan sedikit demi sedikit untuk membayar kontrakan tempat tinggalnya.
Intan tidak meminta hidup mewah. Keinginannya sederhana: suatu hari memiliki usaha yang menetap di satu tempat, sehingga ia tidak perlu lagi berjalan berkilo-kilometer setiap pagi untuk berjualan berpindah-pindah. Bukan karena ingin berhenti bekerja, tapi karena ia ingin tetap mandiri dengan cara yang lebih memungkinkan bagi kondisinya.
Donasimu yang telah terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, biaya sewa kosan, serta modal untuk usahanya, agar Intan bisa meringankan perjuangannya. Yuk klik "Donasi Sekarang"

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
