Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Putus Sekolah Karena Dibully Kini Jualan Air Demi Bisa Kembali

Putus Sekolah Karena Dibully Kini Jualan Air Demi Bisa Kembali

Rp 210.000Terkumpul dari Rp 20.000.000
18 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

ANAK PENJUAL AIR MINERAL YANG BERJUANG DEMI TETAP BERSEKOLAH



  Rizki atau Iki saat ini duduk di kelas 2 SD dan akan segera naik ke kelas 3 SD. Seharusnya, hari ini ia sudah berada di kelas 3. Namun perjalanan pendidikannya sempat terhenti selama satu tahun karena pengalaman pahit yang pernah ia alami.

  Saat masih bersekolah, Rizki kerap menjadi korban perundungan. Ia pernah disiram, diejek, dan menerima perlakuan yang membuat hatinya terluka. Tekanan yang begitu berat membuat Rizki merasa tidak sanggup lagi untuk bertahan.


Meski demikian, Rizki tidak menyerah pada keadaan.

  Dengan tekad yang luar biasa, ia kembali melanjutkan sekolahnya. Namun perjuangan itu tidaklah mudah. Untuk bisa membeli kebutuhan sekolah seperti seragam, buku, tas, sepatu, dan perlengkapan belajar lainnya, Rizki memilih berusaha sendiri.

  Sepulang sekolah, tanpa sempat beristirahat, Rizki bergegas menjajakan air mineral. Tubuh kecilnya harus rela berdiri berjam-jam di bawah terik matahari, menawarkan dagangannya kepada orang-orang yang lewat.




  Setiap botol air mineral yang berhasil terjual hanya memberinya keuntungan Rp1.000. Bagi sebagian orang, angka itu mungkin terlihat kecil. Namun bagi Rizki, uang tersebut sangat berarti. Sedikit demi sedikit ia tabung dengan harapan dapat membeli perlengkapan sekolah yang dibutuhkannya.

Setiap hari ia berjualan dengan harapan yang sama:

"Semoga hari ini dagangannya laku banyak."

Di balik senyum dan semangatnya, Rizki menyimpan mimpi besar.


Saat ditanya tentang cita-citanya, ia menjawab dengan penuh keyakinan:

"Aku ingin jadi tentara."

  Sebuah cita-cita yang mulia untuk seorang anak yang ingin tumbuh menjadi pribadi yang berguna dan berbakti kepada bangsa dan negara.


  Rizki juga memiliki hobi bermain sepak bola. Ketika ditanya posisi favoritnya di lapangan, ia menjawab sambil tersenyum,

"Sebenarnya aku hebat kalau jadi kiper."

  Namun ada satu kenyataan yang membuat hati terasa pilu. Saat Rizki berjualan, ia sering melihat anak-anak seusianya berlatih sepak bola bersama. Tatapan polosnya menunjukkan bahwa ia juga ingin bergabung dan bermain bersama mereka.

Ketika ditanya mengapa tidak ikut latihan, Rizki menjawab dengan sederhana:

"Kalau mau ikut sekolah bola harus bayar. Aku nggak punya uang."


  Di saat anak-anak lain mengejar hobi dan bermain bersama teman-temannya, Rizki memilih berjualan demi mempertahankan sekolahnya.

  Semangat dan kerja keras Rizki di usia yang masih sangat belia menjadi pengingat bagi kita semua tentang arti perjuangan dan harapan.

Hari ini, Rizki tidak meminta mainan mahal. Ia tidak meminta barang mewah.

Keinginan terbesar Rizki saat ini hanyalah:

✅ Seragam sekolah yang layak

✅ Buku dan alat tulis untuk belajar

✅ Tas sekolah baru

✅ Sepatu sekolah yang nyaman

✅ Dukungan agar ia bisa terus bersekolah dan menggapai semua cita-citanya

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id