Lansia Bertahan Hidup Dari Hasil Jual Tisu

Dagangan jarang laku hingga kontrakan nunggak dan terancan diusir, usia senjanya maish dihiasi perjuangan bertahan hidup
Saepulloh atau akrab dipanggil Abah Jeri (60 tahun) menjalani hari-harinya dalam keterbatasan (disabilitas). Usia senjanya maish dihiasi perjuangan menyambung hidup seorang diri dalam kondisi fisik yang terbatas menambah kesulitan aktifitasnya dan bekerja tidak stabil. Setiap bulan, beban sewa rumah terus menumpuk, sementara penghasilan harian tak pernah pasti. Ancaman pengusiran kini semakin dekat, menyisakan kecemasan yang tak pernah benar-benar pergi.
–“yang punya kontrakan biasa aja paling nanya ‘kapan’ katanya”
– dengan kesadaran abah berkata “ya kalo ngga ada harus nyari tempat lain”
Abah tak ingin kehilangan rumah yang telah nyaman ia tinggali walaupun kini ia tinggal sendiri, ia terpisah dengan istrinya karena faktor ekonomi, namun ia masih menafkahi anakbnya yang kini duduk di bangku SMP dengan kondisi fisik yang terbatas dengan sehari-hari berjualan tisu,, ia memaksakan diri untuk tetap bertahan, meski sering kali kebutuhan dasarnya sendiri harus ia abaikan.
Kini, Abah Jeri berada di titik paling rapuh dalam hidupnya. Tanpa bantuan, ia berisiko kehilangan tempat tinggal dan hidup dalam kondisi yang semakin tidak layak. Uluran tangan kita dapat menjadi harapan agar Abah Jeri tetap memiliki atap untuk berteduh dan kekuatan untuk bertahan.
Terkumpul Rp 3.376.000 dari 0 donatur. Terima kasih untuk semua yang telah berkontribusi.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
