Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Memulung Sepulang Sekolah Demi Ibu Yang Sakit Kanker

Memulung Sepulang Sekolah Demi Ibu Yang Sakit Kanker

Rp 1.158.000Terkumpul dari Rp 50.000.000
47 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Pagi hari bagi Adit seorang anak yatim berusia 14 tahun, dimulai seperti anak sekolah pada umumnya. Ia mengenakan seragam, merapikan buku, lalu berjalan kaki menuju sekolah yang berjarak sekitar 20 menit dari rumahnya.


  Namun, berbeda dengan kebanyakan teman seusianya, sepulang sekolah Adit tidak pulang untuk beristirahat atau bermain. Ia langsung membawa karung, lalu menyusuri jalanan untuk memulung hingga menjelang maghrib. Di usianya yang masih sangat muda, pundaknya sudah memikul beban orang dewasa.


  Dari memulung, Adit biasanya mendapatkan sekitar Rp20.000 per hari. Uang itu harus cukup untuk makan, kebutuhan sekolah, dan membantu biaya pengobatan ibunya yang sedang berjuang melawan kanker serviks. Nominal yang kecil, tapi bagi Adit, itu adalah harapan agar ibunya bisa terus berobat.


“Adit cuma mau Ibu sembuh. Pengen lihat Ibu bisa senyum lagi,” ucapnya lirih.


  Adit hampir tak pernah jajan di sekolah. Ia memilih menahan keinginan seperti anak-anak lain. Bahkan, beberapa temannya justru sering berbagi bekal karena tahu kondisi Adit. Ia tak pernah mengeluh. Baginya, yang terpenting adalah ibunya bisa sembuh.


  Sang ayah telah lama meninggal dunia karena sakit meningitis saat Adit baru berusia 3 tahun. Sejak saat itu, kehidupan keluarga kecil ini perlahan berubah. Kini, Adit bukan hanya seorang anak, tapi juga tulang punggung keluarga. Ia membantu merawat ibunya dan ikut mencari nafkah bersama kakak dan adiknya dengan cara memulung.


  Risiko di jalanan sudah menjadi bagian dari hari-harinya. Kakinya pernah menginjak pecahan kaca hingga berdarah. Tangannya sering terluka karena benda tajam di tumpukan sampah. Ia juga kerap menahan lapar karena belum sempat makan.

  Adit menyimpan mimpi besar di hatinya. Ia ingin menjadi TNI Angkatan Udara. Ia ingin membanggakan ibunya. Ia ingin suatu hari bisa menggantikan semua lelah yang selama ini ibunya rasakan. Jika ada rezeki lebih, ia ingin membuat warung kecil di rumah agar ibunya tidak perlu bekerja keras lagi.


  Ibunya, Ibu Heny, dulunya bekerja sebagai cleaning service. Ia terbiasa bekerja keras demi anak-anaknya. Namun sejak didiagnosis kanker serviks akhir tahun lalu, kondisinya semakin melemah. Ia sering batuk, merasakan nyeri di rusuk kanan, dan tubuhnya cepat lelah. Untuk berjalan pun kadang harus menahan sakit.

  Setiap minggu, Ibu Heny harus kontrol ke rumah sakit. Namun tak jarang, jadwal itu tertunda karena tidak ada biaya transport. Untuk bertahan hidup, keluarga ini hanya mengandalkan hasil memulung.


  “Saya sedih sudah tidak bisa menafkahi anak-anak. Mereka harus berjuang sendiri. Saya takut kalau saya tidak ada, mereka mau bergantung pada siapa…” tutur Ibu Heny dengan mata berkaca-kaca.


  Dulu, Ibu Heny dikenal sebagai sosok yang senang membantu sesama. Ia sering mengumpulkan pakaian bekas dari teman-temannya untuk dijual kembali. Hasilnya ia gunakan untuk membantu anak-anak yatim dan dhuafa di sekitar rumahnya. Ia bahagia saat bisa meringankan beban orang lain.


  Kini, keadaan berbalik. Ibu Heny lah yang membutuhkan pertolongan. Bantuan dari kita akan sangat berarti bagi keluarga ini, untuk biaya pengobatan, untuk Adit tetap bisa sekolah tanpa harus memikirkan perut yang lapar, agar tetap memiliki masa depan.


  Sahabat kebaikan, Mari jadi bagian dari harapan mereka untuk terus berjuang melawan penyakit dan menggapai cita-cita. Karena bagi Adit, kebahagiaan itu sederhana, melihat ibunya sembuh dan bisa tersenyum kembali.


  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Adit dan Ibu Heny. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.


Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id