Terlahir Dengan Kelainan Usus Ahmad Butuh Pertolongan Segera

Hari ini tim Saling Berbagi mengunjungi kediaman Ahmad Padil Ali berusia 3 bulan yang mana saat ini tinggal di wilayah kabupaten Cianjur mengidap anorectal fistula sejak dalam kandungan yang dikeahui setelah lahir dan saat ini pengobatan menggunakan BPJS di RSUP Dr.Hasan Sadikin Kota Bandung.
Awalya ibu Nita curiga akan kondisi kandungannya yang tidak kunjung melahirkan sedangkan tetangganya yang usia kandungannya sama sudah melaihirkan. Ibu Nita selalu ikut pemeriksaan rutin posyandu, namun setiap kali diperiksa usia kandungnanya terus terusan 9 bulan sehingga Pak Edi suami Ibu Nita menyarankan agar beliau diperiksakan langsung ke Rumah Sakit Daerah Cimacan Kabupaten Cianjur.
Esoknya Ibu Nita memberanikan diri untuk melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit, setelah dilakukan pemeriksaan ternyata benar usia kandungannya sudah melebihi 9 bulan bahkan hampir memasuki usia 11 bulan sehingga saat itu juga Ibu Nita diharuskan untuk langsung dilakukan rawat inap karena air ketubannya juga sudah pecah.
Pak Edi sempat bingung dikarenakan saat itu BPJS yang Gratis dari pemerintah tiba-tiba menjadi Non Aktif tidak bisa digunakan sedangkan ibu Nita harus dilakukan tindakan sesar dan harus menyiapkan biaya sebesar 15juta rupiah. Tanpa berfikir panjang, pak Edi menyetujui tindakan tersebut agar bisa menyelamatkan anak yang ada didalam kandungan walaupun saat itu ia hanya mempunyai uang sebesar Rp.500.000,- untuk bekal selama dilakukan rawat inap. Alhamdulillah proses persalinan Ibu Nita lancar dengan tindakan sesar dan Pak Edi sangat Bahagia mendengar tangisan pertama sang anak serta berharap agar anak dan ibunya bisa segera bisa pulih dan pulang ke kampung halaman.
Tidak disangka setelah 3 hari dilakukan rawat inap, adik Ahmad seringkali tidurnya tidak nyenyak, nafas terlihat sesak bahkan seringkali mendadak menangis tidak karuan seperti yang kesakitan sehingga saat itu juga pak Edi menginformasikan kepada perawat Rumah Sakit akan kondisi anaknya tersebut. Esoknya dokter melakukan pemeriksaan lanjutan karena adanya aduan tersebut, terlebih saat dilakukan pemeriksaan kondisi perut adik Ahmad semakin membesar tidak seperti anak biasanya dan buang air besarpun sangat sedikit.
Berbagai pemeriksaan dilakukan mulai dari USG, EKG, LAB dan lain-lain sehingga setelah ada hasil pemeriksaan tersebut ternyata adik Ahmad mempunyai kelianan usus bawaan lahir bahkan dokterpun langsung menanyakan riwayat kandungan dari awal sampai melahirkan. Setelah mendapatkan kesimpulan dari riwatat serta hasil yang ada, dokterpun harus merujuk adik Ahmad ke Rumah Sakit Umum Provinsi Dr.Hasan Sadikin Kota Bandung, sebab di RS Daerah keterbatasan alat.
Belum selesai permasalahan pembayaran biaya operasi sesar pak Edi malah harus menyiapkan kembali uang untuk tindakan operasi anak bungsunya tersebut sebab pembuatan BPJS baru agar dapat digunakan harus menunggu 14 hari sedangkan dari hasil pemeriksaan sebelumnya adik Ahmad harus segera dilakukan operasi kolostomi di RSHS Bandung untuk pemindahan lubang BAB kebagian perut efek dari kelainan anus yang di idapnya karena jika tidak segera dilakukan tindakan nyawanya dapat terancam.
Pak Edi tidak terlalu banyak berfikir dalam mengambil keputusan, walaupun beliau tidak mempunyai tabungan bahkan uang perbekalan sudah hampir habis beliau menyetujui tindakan operasi tersebut agar anaknya dapat terselamatkan. Saat itu Ibu Nita belum mengetahui akan kondisi anak bungsunya yang demikian sebab kondisinya yang masih lemah usai tindakan sesar dan sedang dilakukan

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
