Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Juang Pak Ahmad Tukang Servis Difabel

Bantu Juang Pak Ahmad Tukang Servis Difabel

Rp 10.213.000Terkumpul dari Rp 70.000.000
26 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Di sebuah rumah sederhana, Pak Ahmad (49 tahun) duduk bersimpuh di hadapan tumpukan komponen elektronik yang berserakan. Dengan kedua kaki yang tak lagi bisa menopang tubuh secara normal sejak usia 9 bulan, Pak Ahmad harus berjuang ekstra keras untuk menghidupi istri yang juga seorang tunadaksa dan dua orang anaknya. Sebagai tukang servis elektronik, ia tidak bisa berkeliling mencari pelanggan dengan jarak yang jauh; ia hanya bisa menunggu panggilan datang dan sesekali jika jaraknya dekat, ia akan berjalan kaki dengan cara yang memilukan: menyilangkan kaki kirinya di atas kaki kanan, menjadikan tangan dan kaki kanannya sebagai tumpuan hingga celananya seringkali bolong karena terus bergesekan dengan aspal.


  Selama 25 tahun, Pak Ahmad telah menjadi pahlawan bagi keluarganya di tengah keterbatasan fisik. Penghasilannya sangat tidak menentu; terkadang dalam satu minggu tidak ada satu pun barang yang diperbaiki, bahkan ia pernah mengalami masa sulit selama tiga bulan tanpa pelanggan sama sekali. Dalam kondisi paling pahit, Pak Ahmad pernah hanya membawa pulang Rp300.000 dalam sebulan atau hanya Rp10.000 perhari. Angka itu harus ia bagi demi kebutuhan sekolah anak-anaknya dan sesuap nasi. Ada hari-hari di mana Pak Ahmad memilih untuk tidak makan agar kedua anaknya bisa kenyang, atau hari di mana keluarga kecil ini hanya bisa makan nasi dengan taburan garam saja.


  Risiko pekerjaan yang ia jalani pun tidak main-main. Pak Ahmad pernah tersengat listrik tegangan tinggi saat sedang memperbaiki TV hingga tubuhnya lemas tak berdaya. Ia juga seringkali menghadapi momen mesin elektronik yang meledak tepat di hadapannya. Penderitaannya kian bertambah ketika jasanya seringkali tidak dibayar atau hanya dibayar dengan ucapan terima kasih saja. Hingga kini, total piutang pelanggan yang belum dibayar mencapai hampir satu juta rupiah—angka yang sangat besar bagi Pak Ahmad yang seringkali harus puasa Senin-Kamis demi menghemat pengeluaran dapur.


  Namun, di balik napasnya yang sering terasa sesak saat harus berjalan di tanjakan, ada kebanggaan luar biasa dalam hati Pak Ahmad. Anak pertamanya kini aktif menjadi anggota paskibra di sekolah—sebuah impian yang dulu pernah dipendam Pak Ahmad namun tak bisa ia raih karena fisiknya. Meski bangga, hatinya tersayat karena hingga saat ini ia belum mampu membelikan seragam paskibra yang layak untuk anaknya. Ia hanya bisa memberikan sepatu murah, sementara seragam merah-putih yang diimpikan sang anak masih belum terbeli.


  Pak Ahmad memiliki harapan sederhana: ia ingin terus sehat agar bisa mendampingi anak-anaknya menggapai cita-cita menjadi polisi dan polwan. Ia tidak pernah mengeluh atau menyesali kondisinya, namun himpitan modal usaha dan kebutuhan sekolah anak kini terasa sangat berat. Mari kita bantu Pak Ahmad agar ia memiliki modal untuk membeli komponen servis, memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya, dan memberikan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga tangguh ini.

Kalian dapat berdonasi dengan cara :

Klik “Donasi Sekarang;

Masukan nominal donasinya;

Pilih metode pembayaran;

Dapatkan laporan via email.


Beberapa informasi:

  *Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com


*Page ini merupakan bagian dari program “Semua Berhak Nyaman”

*Dana

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id