Kakak Adik Tinggal di Angkot Berjuang Lawan TBC

“Kami cuma punya satu sama lain. Kalau Kakak sakit, Bani harus cari uang buat makan. Tapi kalau Bani nggak ada uang, kami mau makan apa?”
Di tengah kerasnya kehidupan, Arya (18 thn) dan adiknya, Bani (15 thn), harus berjuang bertahan hidup tanpa orang tua. Ayah mereka telah meninggal dunia akibat penyakit TBC, sementara ibu mereka pergi meninggalkan keduanya.
Kini, mereka bahkan tak lagi punya tempat tinggal yang layak. Karena tak mampu membayar sewa kontrakan, Arya dan Bani terpaksa tinggal di dalam angkot. Kendaraan yang seharusnya menjadi tempat Arya mencari nafkah dengan menjadi supir angkot, kini menjadi tempat mereka berteduh dan melewati malam. Namun, cobaan mereka belum berakhir.
Beberapa waktu lalu, Arya harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami batuk darah dan sesak napas. Dokter mendiagnosisnya menderita TBC. Arya seharusnya menjalani pengobatan rutin selama 6 bulan di puskesmas agar penyakitnya bisa ditangani dengan baik.
Sayangnya, keterbatasan ekonomi membuat pengobatannya terhenti. Tak ada cukup uang untuk ongkos ke fasilitas kesehatan, apalagi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Padahal, kondisi Arya kini semakin mengkhawatirkan. Batuk dan sesak napas masih terus dirasakannya. Sesekali, ia memaksakan diri menarik angkot meski tubuhnya sedang sakit, hanya agar mereka berdua tetap bisa makan.
Sementara itu, Bani yang masih harus berjuang di jalanan mengamen demi mendapatkan uang untuk makan dan membantu pengobatan kakaknya. Di usia yang seharusnya bisa dijalani dengan penuh keceriaan, Bani justru harus memikul beban hidup yang begitu berat.
Pernahkah kita membayangkan, uang yang susah payah dikumpulkan untuk makan dan berobat kakak sendiri, justru bisa terancam dirampas di jalanan?. Bani pun harus menghadapi kerasnya kehidupan, termasuk ancaman dipalak preman saat mencari nafkah.
Di tengah semua kesulitan itu, Arya dan Bani tetap saling menguatkan. Mereka berbagi makanan meski hanya satu bungkus untuk berdua. Saat tubuh Arya terasa lelah dan sakit, Bani berusaha memijat kakaknya, berharap rasa sakit itu sedikit berkurang. Tak banyak yang mereka punya. Tak ada rumah untuk berlindung, tak ada orang tua untuk mengadu. Namun, mereka masih memiliki satu sama lain.
Arya membutuhkan pengobatan agar bisa kembali pulih, sedangkan Bani membutuhkan tempat tinggal yang aman untuk mereka berdua. Tak mungkin Arya terus menjalani masa pengobatan dan pemulihan dengan tinggal di dalam angkot, terlebih ketika kondisi tubuhnya semakin melemah.
Sahabat kebaikan, mari hadir untuk Arya dan Bani. Uluran tangan kita dapat membantu biaya operasional pengobatan Arya, ongkos menuju puskesmas, serta biaya sewa kontrakan agar mereka memiliki tempat tinggal yang layak selama masa pengobatan dan pemulihan.Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, semoga menjadi jalan bagi mereka untuk kembali menjalani hidup dengan lebih baik.
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk segala kebutuhan Arya dan Bani, biaya pengobatan Arya, dan kebutuhan lainnya. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan penerima manfaat lainnya lainnya yang berada dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
