Bantu Langkah Bu Iis, Penjual Es Teh Wujudkan Pengobatan Sang Suami

“Cuma saya yang bisa kerja sekarang, suami jantungnya masih lemah gak bisa apa-apa, saya hanya bisa merawat. Kami butuh makan… butuh pengobatan juga.” Ucap Bu Iis menahan lelah
Lampu merah jadi saksi perjuangan Bu Iis menjajakan es teh demi pengobatan suami. Nampan berisi gelas-gelas es teh diangkat dengan kedua tangan Bu Iis, menghampiri sopir angkot, pengendara dan siapapun yang melewati lampu merah. Setiap kali lampu merah menyala, langkahnya tak berhenti, menawarkan es teh satu per satu sambil tersenyum.
Sudah tujuh bulan terakhir, Bu Iis menanggung beban yang berat. Suaminya divonis penyakit jantung kronis dan hanya bisa terbaring lemah di rumah.
Sedikit saja beraktivitas, napasnya langsung tersengal, dada sesak, badan gemetar hingga pusing seperti mau pingsan. Sejak saat itu, Bu Iis harus menggantikan peran suaminya sebagai tulang punggung keluarga.
Sering kali dagangan es teh tak habis, sementara di rumah ada suami yang menunggu pengobatan. Bu Iis hanya bisa berdoa agar sang suami tidak mengalami gagal jantung, sebab hingga kini, biaya pengobatan masih jauh dari cukup.
Di usia yang tak lagi muda, ia terus menenteng nampan harapan, berjalan dari satu jalan ke jalan lain, demi bisa membawa pulang rezeki untuk suaminya yang terbaring. Meski perutnya sering perih karena asam lambung, ia tak menyerah. “Kalau lagi kambuh, perut rasanya perih banget, saya berhenti sebentar, lalu saya paksain jualan. Soalnya kalau saya berhenti, siapa yang mau biayain bapak?” Ucap Bu Iis.
Guys, hidup seolah sedang menguji keteguhan hati Bu Iis. Yuk membersamai upaya Bu Iis membawa suaminya berobat. Setiap donasi yang kamu kirim berarti satu langkah lebih dekat bagi Bu Iis untuk memiliki penghidupan yang layak dan pengobatan untuk sang suami.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
