Pak Kasdi Ngesot Belasan Kilometer Demi Makan

"Tolong beli kerupuk saya..."
Kalimat sederhana itu berulang kali diucapkan Pak Kasdi saat menawarkan dagangannya. Namun, tak semua orang berhenti. Ada yang menolak dengan halus, ada pula yang memilih menghindar.
Pak Kasdi (44 tahun), harus menyeret tubuhnya di atas aspal keras. Sejak lahir, ia hidup sebagai penyandang disabilitas, kedua kakinya tak bisa berjalan, dan bicaranya memiliki keterbatasan. Tanpa roda atau tongkat, kedua tangan kasarnya menjadi satu-satunya tumpuan untuk bergerak.
Di usianya yang kian renta, rasa sakit dan pegal akibat ngesot belasan kilometer tak pernah ia hiraukan. Satu-satunya alasan Pak Kasdi menolak menyerah adalah sang ibu yang kini sudah makin sepuh. Ia tak tega membiarkan ibunya berjuang sendirian di masa tua.
Bersama ibunya, Pak Kasdi membungkus keripik dan kerupuk sederhana seharga 3 ribu per bungkus. Harapannya sangat kecil, hanya untuk membeli beras hari ini.
Namun, takdir sering kali menguji ketegaran hatinya. Keterbatasan fisik Pak Kasdi kerap membuat calon pembeli ragu dan enggan mendekat. Tak jarang ia harus pulang dengan tangan organik dan keranjang yang masih penuh.
"Sering kali seharian hanya medapat 10 ribu sampai 15 ribu. Kadang tak cukup untuk membeli nasi dan lauk..."
Di balik semua perjuangannya, Pak Kasdi hanya memiliki satu harapan.
Ia ingin memiliki modal usaha agar bisa berjualan dari rumah. Dengan begitu, ia tidak perlu lagi mengesot jauh setiap hari untuk mencari pembeli, dan ibunya pun dapat beristirahat dengan lebih tenang.
Teman Baik, harapan sederhana itu bisa terwujud dengan bantuan kita bersama.
Mari ulurkan tangan untuk membantu Pak Kasdi memiliki modal usaha. Semoga setiap donasi yang kita berikan menjadi jalan rezeki bagi Pak Kasdi dan ibunya, sekaligus menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Yuk, bantu Pak Kasdi mewujudkan usaha kecilnya agar ia bisa terus mencari nafkah dengan lebih aman dan lebih layak.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
