Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Tubuh Mungil Husna Berjuang Melawan TBC Ibu dan Neneknya Juga Sakit

Tubuh Mungil Husna Berjuang Melawan TBC Ibu dan Neneknya Juga Sakit

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
74 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

“Kalau sesak dan batuknya kambuh, Husna cuma bisa dibantu dengan nebu…”


  Di usia 3 tahun, Husna seharusnya bisa bermain dan tumbuh dengan ceria. Namun sejak masih berusia 7 bulan, Husna sudah harus menghadapi berbagai masalah kesehatan.

  Awalnya, Husna sering mengalami kejang hingga diduga mengidap epilepsi. Setelah menjalani perawatan selama beberapa bulan, dokter menemukan adanya infeksi pada paru-parunya. Husna kemudian divonis mengidap tuberkulosis (TBC) dan juga mengalami gizi buruk.




  Dengan perhatian dan pemberian susu formula secara rutin, kondisi Husna perlahan membaik. Namun perjuangannya belum selesai. Hingga kini masih terdapat flek dan peradangan pada paru-parunya. Batuk dan sesak napas juga masih bisa kambuh, sehingga Husna harus menjalani kontrol rutin dan menggunakan nebulizer (nebu) untuk membantu pernapasannya.


  Di tengah perjuangan Husna, sang ibu, Bu Lia (33 Tahun), juga memiliki kondisi kesehatan yang tidak mudah. Bu Lia pernah menjalani operasi batu ginjal pada 2023, kemudian operasi batu empedu, dan operasi kista pada tahun berikutnya. Setelah tiga kali operasi,ia kembali harus menghadapi masalah penyempitan saraf tulang belakang.


  Kini Bu Lia masih rutin kontrol ke rumah sakit dan mengonsumsi obat dari dokter. Ia pun tidak bisa terlalu lelah beraktivitas karena sering mengalami sakit pinggang. Padahal, sebelumnya ia berjualan makanan keliling seperti onde dan gemblong untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.




  Kini, aktivitas berjualan lebih sering dilakukan oleh Nenek Yati (55 tahun), ibunda Bu Lia. Namun mirisnya beliau juga sedang berjuang melawan saraf kejepit. Ketika kambuh, rasa sakit di pinggangnya bisa begitu hebat hingga membuatnya tidak mampu berjalan. Bahkan beberapa kali ia sampai terjatuh di kamar mandi dan hanya Bu Lia yang bisa membantunya.

  Kini, mereka bertiga tinggal di sebuah rumah sederhana. Suami Bu Lia sudah lama bercerai, dan suami Nenek Yati sudah meninggal dunia. Mereka bertahan hidup dari hasil berjualan dengan penghasilan yang tidak menentu, yang sering kali hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.




  Sementara itu, Husna masih membutuhkan susu formula untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap stabil, serta biaya untuk kontrol, pengobatan, dan kebutuhan pernapasannya. Bu Lia dan Nenek Yati pun masih membutuhkan biaya untuk kontrol dan pengobatan mereka.


  Sahabat Kebaikan, kondisi mereka membuat kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan terasa begitu berat. Mereka hanya bisa terus berusaha dan berharap ada uluran tangan dari orang-orang baik. Mari bantu Husna agar bisa terus menjalani pengobatan dan mendapatkan susu yang dibutuhkannya. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, sangat berarti bagi Husna, Bu Lia, dan Nenek Yati untuk terus bertahan.


  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan pengobatan Husna dan kebutuhan yang lainnya. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id