Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Tumor Makin Besar Mari Bantu Perjuangan Ibu Mira Tuk Sembuh

Tumor Makin Besar Mari Bantu Perjuangan Ibu Mira Tuk Sembuh

Rp 0Terkumpul dari Rp 27.138.741
60 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Berawal dari benjolan kecil yang ada sejak lahir tetapi tidak segera diobati membuatnya semakin membesar hingga saat ini. Akibat penyakitnya tersebut Ibu Mira (36) merasa tidak nyaman karena menimbulkan rasa sakit dan perih. Terlebih lagi sejak 2 tahun terakhir setelah kelahiran anak ke-3nya benjolan tersebut mengeluarkan cairan seperti air ketuban yang bercampur darah dan menimbulkan bau yang tak sedap.




  Semenjak cairan keluar dari tumornya, ibu mira harus menggunakan pempers karena terlalu banyak cairan yang keluar. Tetapi karena tidak memiliki uang yang cukup sehingga bu mira hanya menggunakan kain samping atau sarung. “24 jam keluar terus cairan, ga bisa beli pempers buat makan aja gak tahu kemana saya suka bingung” Lirih bu mira.




  Saat ini bu mira hanya tingga bersama anak-anaknya di sebuah rumah kontrakan yang belum dibayarnya selama 2 tahun. Suaminya yang bernama pak mulyana tinggal di belakang rumah orang tuanya yang hanya ditutupi oleh gorden. Pak mulyana memutuskan untuk mengasingkan diri karena ia memiliki penyakit paru-paru yang menular dan bahkan ketiga anaknya tersebut harus menderita penyakit yang sama dan sedang menjalani pengobatan saat ini. Karena kondisi pak mulyana yang seperti itu sehingga tidak memungkinkan lagi untuk bekerja dan mencari nafkah.




  Saat ini hanya bu mira yang menjadi satu-satunya tulang punggung untuk keluarganya. Tetapi dengan kondisinya saat ini sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan sehinggta ia hanya bisa menjadi marbot di mesjid yang dekat rumahnya. Setiap hari ia akan membersihkan mesjid dan merapikan alat solat. Meski penghasilannya hanya dibayar seikhlasnya tetapi bu mira bersyukur bisa mendapatkan uang karena untuk makan saat ini pun sangat kesulitan dan hanya mengandalkan program makan gratis dari pemerintah untuk anak-anaknya. Tak hanya itu, untuk kebutuhan sehari-hari dan pengobatan bu mira mau tak mau harus meminjam uang tetapi hutang-hutang tersebut belum juga ada ytang dibayar lunas.




  Kondisi suami yang sakit dan kondisi orang tua yang semakin lemah membuatnya harus berjuang sendiri untuk mengobati penyakitnya di rumah sakit yang jauh di luar kota. Berbekal dengan uang pas-pasan hasil pemberian orang lain bu mira sempat beberapa kali pergi ke rumah sakit dengan menaiki angkutan umum damri. Tak hanya itu bu mira juga bercerita bahwa saat pengobatan disana ia tidak memiliki tempat tinggal dan harus tidur di mesjid. “Saya pernah tinggal di rumah singgah tapi hanya sehari. Saya terpaksa keluar karena aroma sakit saya mengganggu pasien lain” Lirih bu mira


  Harapan bu mira saat ini hanyalah kesembuhan. Ia ingin terus bisa merawat anaknya hingga dewasa dan menggapai cita cita serta ingin terus mendampingi keluarganya. Maukah kamu membantu ibu mira untuk sembuh dan bisa mewujudkan harapannya?

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id