Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Kais 500 Perak. Ibu Berjuang Untuk Besarkan Anak Lumpuh

Kais 500 Perak. Ibu Berjuang Untuk Besarkan Anak Lumpuh

Rp 30.000Terkumpul dari Rp 50.000.000
46 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  "Dulu saya punya warung tapi bangkrut, semua modal saya pake untuk pengobatan anak saya. Jadi saya sekarang jualan keliling". Ungkap seorang ibu yang tengah berjalan dengan membawa dagangan sambil menggendong anaknya.



  Perkenalkan nama beliau adalah Bu Susi, ia berusia 38 tahun dan memiliki seorang anak spesial yaitu Kafil yang sudah berumur 11 tahun, namun tampak seperti bayi yang harus selalu digendong.


  Kafil terlahir istimewa, dengan bibir sumbing dan tidak mempunyai langit-langit. Alhamdulillah sudah dilakukan tindakan operasi awal, dan sedihnya lagi ternyata Kafil menderita Epilepsi dan sakit paru-paru yang menyebabkan pertumbuhannya tidak seperti anak pada umumnya. Ia lumpuh, tidak bisa bicara dan tubuhnya sangat kurus sekali.



  "Harusnya diusia sekarang 11 tahun, Kafil harus dioperasi untuk merapihkan bibirnya. Tapi kondisinya gak memungkinkan, masih sering kejang-kejang" Ujar Bu Susi.


  Setiap hari Bu Susi berjualan menyusuri kampung, ia menjemput harapan untuk mendapatkan uang dari makanan yang dijualnya agar ia dapat menabung untuk melanjutkan pengobatan sang anak dan mempunyai usaha dirumahnya.



  Tapi untung 500 perak per bungkus tak bisa jamin harapan itu terwujud. Dalam sehari, dapat uang 10rb rasanya sangat bersyukur.


  Saat ini Kafil sering kejang-kejang, seharusnya ia menjalani pengobatan rutin di rumah sakit dan mengkonsumsi obat kejang. Namun apa daya, penghasilan sang suami dari buruh bangunan dan jualan makanan tidak mencukupi untuk biaya pengobatan. Untuk makan sehari-haripun sangat kekurangan.



  "Suami saya kerja bangunan diluar kota, kalau ada kerjaan penghasilannya cuma 250ribu seminggu. Makannya saya jualan keliling, itung nambah-nambah buat sehari hari". Ujar Bu Susi.


  Keluarga Bu Susi pun berencana akan menjual rumah yang sekarang ditempatinya untuk melanjutkan pengobatan sang anak, namun sayangnya sudah bertahun-tahun belum laku.


  Walaupun dengan kondisi ekonomi yang sulit, Bu Susi tetap dengan tulus merawat dan menyayangi anaknya tersebut. 


  "Kadang saya suka kepikiran kalau saya gak ada nanti, siapa yang mau mengurus Kafil". Tambahannya sambil menangis.



  Bu Susi memiliki keinginan untuk memiliki usaha sendiri dirumahnya agar tak harus membawa anak untuk ia ajak berjualan berkeliling, karena tak jarang sang anak sakit karena kepanasan atau sekedar terkena angin luar.


  Sahabat Kebaikan, maukah membantu Bu Susi mewujudkan mimpinya? Meringankan sedikit beban yang ada dipundaknya?. Bantuan darimu akan sangat berharga untuk Bu Susi dan anaknya.


  Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga Ibu Susi. Selain itu akan di gunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id