Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Untung Hanya 2000 Bantu Penjual Dodol Tunanetra

Untung Hanya 2000 Bantu Penjual Dodol Tunanetra

Rp 6.330.000Terkumpul dari Rp 70.000.000
34 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Setiap pagi, Intan (26) berdiri di depan pintu pasar sambil memegang beberapa bungkus dodol. Ia tidak bisa melihat orang yang lewat, tetapi ia bisa merasakan langkah kaki yang ramai. Ia menunggu sambil mendengar suara pedagang lain yang saling memanggil pembeli. Kondisi pasar yang padat membuatnya berdiri mematung di satu titik dengan toa kecil yang terus memutar suara penawaran dagangannya.


  Ia menjual dodol seharga Rp5.000. Ia hanya membawa pulang dua ribu rupiah dari setiap bungkus yang terjual. Banyak hari berakhir dengan hanya tiga bungkus laku. Enam ribu rupiah itu harus ia bagi untuk makan dan ongkos ojek. Ada hari ketika ia pulang dengan perut kosong dan memilih memakan dodol jualannya karena tidak ada uang untuk membeli lauk. Ia tetap memaksa diri berjualan walaupun kakinya pernah membengkak dan terasa linu saat melangkah. Ia pernah jatuh sampai tidak bisa berjualan selama tiga hari. Tiga hari itu berarti tidak ada makanan selain stok seadanya di kamarnya.


  Ia pindah dari lingkungan lama karena ia sering menabrak benda dan tidak ada satu pun orang yang menolong. Ia merasa sangat sendiri. Ia sering teringat kedua orang tuanya ketika membuka pintu kost yang sunyi. Dulu ia pulang ke rumah yang hangat. Sekarang ia pulang ke sepetak kamar yang harus ia perjuangkan sendiri biayanya. Harga kontrakan Rp700.000 per bulan membuatnya menunggak selama dua bulan. Ia bekerja keras agar bisa membayar karena kost itu satu satunya tempat yang terasa aman untuknya.


  Ia pernah berkuliah, tetapi setelah kedua orang tuanya pergi ia tidak sanggup membayar pendidikan. Ia memilih bekerja agar bisa bertahan hidup. Ia punya saudara, tetapi ia memilih berdiri di atas kakinya sendiri. Ia ingin membuktikan bahwa ia bisa mandiri. Ia memimpikan sebuah toko kecil agar ia tidak perlu lagi berdiri di keramaian pasar yang rawan bagi kondisinya. Ia juga ingin mengajar anak tuna netra lain menggunakan laptop dan perangkat digital. Ia percaya mereka bisa bekerja seperti temannya yang berhasil masuk dunia perbankan walaupun punya keterbatasan yang sama.


  Perjalanan hidup Intan penuh keterbatasan, tetapi keinginannya untuk mandiri tidak pernah padam. Dukungan kamu bisa memberi ruang aman untuknya bertahan, bekerja lebih layak, dan terus melangkah menuju cita citanya membantu anak tuna netra lain mendapatkan masa depan yang lebih baik.


  Mari bantu Intan agar bisa hidup mandiri, membuka toko makanan ringan agar tidak lagi berjualan di keramaian yang membahayakan dirinya. Setiap donasi yang kamu berikan akan membantu Intan bertahan.


Bantu dengan cara:

Klik “Donasi Sekarang";

Masukan nominal donasinya;

Pilih metode pembayaran;

Dapatkan laporan via email.


Beberapa informasi:

  *Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari program “Semua Berhak Nyaman”


  *Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id