Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Perjuangan Lansia Pencari Nafkah Tuk Keluarga

Bantu Perjuangan Lansia Pencari Nafkah Tuk Keluarga

Rp 0Terkumpul dari Rp 27.138.741
62 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Tanpa kita sadari masih banyak lansia diluar sana yang masih harus bekerja mencari nafkah tuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Tubuhnya yang sudah renta dan kondisi fisiknya yang sudah tidak sekuat dahulu tidak menurunkan semangat untuk terus berjuang mencari nafkah.


  Seperti Kisah Abah Amid yang sudah belasan tahun lamanya berjualan berbagai macam anyaman peralatan dapur dengan harga 20 – 30 ribu. Anyaman tersebut ada yang ia beli dari orang lain dan ada juga yang ia buat sendiri yang membutuhkan waktu lumayan lama sehingga Abah hanya berjualan 3 kali dalam seminggu. Anyaman yang ia beli dari orang lain dijual dengan keuntungan 5 ribu saja perbuahnya.


  Setiap berjualan Abah Amid berangkat dari rumah jam 5 pagi hingga sore hari. Ia harus berjalan kaki menempuh jarak kiloan meter untuk menjajakan dagangannya. Bahunya yang sudah tidak sekuat dulu harus dipaksa memilkul barang dagangannya yang cukup berat. Anyaman yang terjual pun hanya 2-3 buah saja sehingga penghasilan Abah hanya cukup untuk makan seadanya saja.


  Di rumah yang sangat sederhana Abah Amid tinggal bersama anaknya yang bernama Ika (34). Istrinya telah meninggal dunia 4 tahun yang lalu karena sakit sehingga Abah dan Putrinya harus berjuang untuk bisa melanjutkan kehidupan. Teh Ika sudah lama memiliki gangguan kesehatan mental, ia terus berbicara tak berhenti dan bahkan ketika penyakitnya kambuh ia akan berteriak sendiri. Melihat kondisi anaknya tersebut Abah sangat sedih dan memikirkan bagaimana jika nanti Abah sudah tiada siapa yang akan mengurusnya?


  Selain Abah Amid masih banyak lansia lainnya yang rela berjualan di usianya yang sudah tua untuk bisa menghidupi keluarganya. salah satunya, Abah Casdi yang setiap hari harus memaksakan tubuh rentanya untuk berkeliling mengayuh sepeda tuanya menempuh puluhan kilometer dengan membawa celengan serta aksesoris lainnya untuk dijual dari desa ke desa.


  Abah Casdi sangat kelelahan dan sedih karena dagangannya belum ada yang laku terjual padahal sudah berjam-jam ia berkeliling menjajakan dagangannya. Tak hanya itu, saat berjualan juga sepedanya sering kali rusak dan bahkan pernah dibayar dengan uang palsu karena pengelihatan Abah yang semakin berkurang.


  Perjuangan yang Abah Casdi lakukan hingga saat ini bukan semata mata tanpa alasan. Semuanya Abah lakukan untuk terus bisa menyambung hidup bersama istrinya yang sudah lama mengalami sakit paru-paru harus rutin melakukan pemeriksaan ke rumah sakit padahal penghasilan dari berjualan sangatlah pas-pasan sehingga membuat Abah sering meminjam uang ke orang lain.


  Begitu hebat perjuangan yang dilakukan oleh Abah Amid dan Abah Casdi agar bisa menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan keluarganya, meski lelah dan tubunya sering kali sakit tetapi harus mereka abaikan demi mencari nafkah. Mari kita bantu ringankan beban dipundak mereka.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id