Usia Hampir Satu Abad Mak Onah Berjualan Cilok Demi Bertahap Hidup

Di usia 96 tahun, saat kebanyakan orang menikmati masa tua bersama keluarga, Mak Onah masih harus berdiri di tepi jalan menjajakan cilok untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sudah lebih dari 20 tahun, Mak Onah berjualan dengan memikul sendiri dagangannya. Tubuhnya memang semakin renta, langkahnya pun tak lagi kuat seperti dulu. Namun keterbatasan usia tidak membuatnya berhenti berikhtiar. Setiap hari ia tetap berangkat, berharap ada pembeli yang datang.
Penghasilan yang diperoleh pun sangat terbatas, hanya sekitar Rp10.000–Rp15.000 per hari. Jumlah tersebut harus cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tak jarang dagangannya tidak habis terjual, sehingga Mak Onah harus pulang dengan penghasilan yang sangat minim.
Perjuangan Mak Onah juga penuh risiko. Saat berjualan, beliau pernah menjadi korban tabrak lari. Meski masih menyisakan trauma, keesokan harinya Mak Onah kembali membawa dagangannya. Bagi beliau, berhenti berjualan berarti kehilangan satu-satunya sumber penghidupan.
Di usia yang hampir satu abad, Mak Onah tidak menginginkan kemewahan. Beliau hanya berharap dapat menjalani hari tua dengan lebih tenang, memiliki penghasilan yang lebih layak, serta tidak lagi harus memikul beban berat setiap hari demi memenuhi kebutuhan hidup.
Melalui program ini, kami mengajak Sobat Lazismu untuk bersama menghadirkan harapan bagi Mak Onah. InsyaAllah, bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari, modal usaha, serta mendukung agar Mak Onah dapat menjalani masa tuanya dengan lebih layak dan penuh ketenangan.
Mari hadirkan kepedulian untuk Mak Onah. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan yang membawa keberkahan bagi kita semua.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
