Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Benjolan Di Wajah Semakin Membesar Mak Siti Takut Tak Bisa Berobat

Benjolan Di Wajah Semakin Membesar Mak Siti Takut Tak Bisa Berobat

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
74 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

“Sedih, Mak sudah nggak bisa apa-apa… hanya bisa ngandelin anak.”


  Di usia 59 tahun, Mak Siti harus berjuang menghadapi benjolan yang terus membesar di pipinya hingga mendekati mata kiri. Awalnya, Mak hanya merasakan sakit biasa di bawah mata. Namun, perlahan muncul benjolan kecil yang semakin lama semakin besar. Setelah hampir 8 bulan menahan kondisi tersebut.




  Mak akhirnya memeriksakan diri ke puskesmas, dari puskesmas kemudian mendapatkan rujukan ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, beliau dinyatakan mengalami tumor. Sejak saat itu, kehidupannya berubah. Rasa sakit yang semakin sering datang membuat Mak tidak lagi bisa beraktivitas seperti sebelumnya.


  Kini, Mak Siti harus menjalani pemeriksaan ke rumah sakit hingga 4 kali dalam sebulan. Namun, perjalanan menuju rumah sakit tidaklah mudah. Ia tinggal di pedalaman desa, dengan akses jalan yang terjal melewati perbukitan dan hutan. Untuk sekali berobat, harus menempuh perjalanan sekitar 5 jam dan membutuhkan biaya transportasi hingga Rp1 juta.




  Pengobatan Mak Siti tidak boleh terhenti. Pemeriksaan dan kontrol secara rutin sangat penting agar kondisi tumornya dapat terus dipantau dan Mak bisa mendapatkan penanganan lanjutan sesuai arahan dokter. Semakin lama pengobatan tertunda, semakin besar pula kekhawatiran Mak terhadap kondisi benjolan yang terus membesar dan sudah berada di sekitar mata kirinya.


  Sehari-hari, Mak bekerja sebagai pemecah batu dengan penghasilan tak menentu, yang tentunya sangat jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pengobatan. Kondisinya yang sering kesakitan juga membuat Mak tak lagi mampu bekerja seperti dulu.


“Mau minta ke anak juga malu, karena anak-anak juga punya keluarga sendiri dan kesibukan sendiri,” ujar Mak Siti.




  Demi tetap bisa berobat, Mak bahkan terpaksa berutang kepada tetangga hingga jutaan rupiah. Barang-barang berharga yang dimilikinya pun sudah habis terjual. Kini, beliau tinggal bersama anak-anaknya setelah sang suami meninggalkannya sekitar 3 tahun lalu.


  Rasa sakit juga kerap datang di malam hari hingga membuat Mak terbangun dan membangunkan anaknya. Di tengah kondisi tersebut, Mak hanya memiliki satu harapan sederhana: sembuh agar bisa kembali bekerja dan tidak terus bergantung kepada anak-anaknya. Sampai khawatir pengobatannya terhenti karena keterbatasan biaya dan jauhnya perjalanan menuju rumah sakit.


  Sahabat Kebaikan, mari bantu Mak Siti secepatnya agar ia dapat memenuhi kebutuhan transportasi dan pengobatan, menjalani pemeriksaan rutin, serta mendapatkan penanganan lanjutan sesuai kebutuhan medisnya. Jangan biarkan keterbatasan biaya membuat perjuangan Mak untuk mendapatkan pengobatan terhenti.


  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengobatan dan transportasi Mak Siti serta kebutuhan lain yang berkaitan dengan proses pendampingan. Sebagian dana juga dapat digunakan untuk implementasi program dan penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id