Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Mak Wati Berjualan Sambil Menahan Lapar

Mak Wati Berjualan Sambil Menahan Lapar

Rp 43.667.968Terkumpul dari Rp 75.000.000
122 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Bagi Mak Wati (79 tahun) sudah terbiasa berteman dengan kesendirian. Diusianya yang sudah senja, ia tinggal sendirian setelah 20 tahun lalu suaminya meninggal dunia.




  Untuk bertahan hidup Mak jualan telor keliling. Tubuh bungkuknya dipaksa kuat untuk terus berjuang demi sesuap nasi untuk mengisi perutnya pada hari ini.


  "Tiap hari Mak jualan telor ayam keliling. Lumayan dalam satu butir telor Mak ambil untung 500 rupiah. Tapi itu juga sering banyak yang nawar, jadi untungnya paling Rp.250 rupiah dalam setiap butir.” ~Ungkapnya




  Mak tak memiliki ayam, telor yang ia jual adalah hasil membeli diwarung kelontong terdekat yang mak jual kembali. Karenanya, mak hanya mampu mengambil untung yang tak seberapa. Dalam setiap butir telor yang terjual, mak hanya dapat untung Rp.250-500 rupiah.


  "Kalau ngambil untungnya banyak nanti nggak ada yang beli. Orang-orang mengatakan kemahalan katanya." ~Ungkapnya


  Langkahnya tertatih, namun tubuh bungkuknya terus berjalan menyusuri beberapa pemukiman. Keringatnya yang sudah membanjiri tubuh rentanya tak pernah beliau rasakan.




  Dengan nafas yang sudah tak beraturan Mak terus teriak “Telor...telor...telornya ibu telor.” Dalam setiap langkahnya, Mak Wati berharap ada yang memanggil dan mau membeli telor dagangannya agar perut laparnya segera terisi.


  Tubuh rentanya pun harus berkali-kali terjatuh karena jalan yang dilewatinya licin dan terjal, dengan nafas yang sudah tak beraturan mak terus melangkahkan kakinya menyusuri jalan.


  Meskipun ia ingin beristirahat dimasa tuanya, namun rasa lapar tak mengijinkannya. Mak terus berjalan menawarkan telor ayam dagangannya.

  Sahabat, itulah kisah pilu Mak Wati yang masih harus berjuang untuk bertahan hidup,Meskipun tubuhnya sudah tak kuat. Maukah sisihkan sedikit rezeki untuk meringankan beban Mak Wati dan ribuan lansia lainnya yang saat ini sedang berjuang.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id