Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Hidup Sebatangkara, Lansia Hidup di Gubuk Petak Rel Kereta Api

Hidup Sebatangkara, Lansia Hidup di Gubuk Petak Rel Kereta Api

Rp 670.000Terkumpul dari Rp 20.000.000
77 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Barangsiapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.” (HR. Muslim)

  Di usianya yang telah menginjak 75 tahun, Mbah Harso harus menjalani masa senjanya seorang diri dalam kesepian dan keterbatasan yang sangat menyayat hati. Beliau tinggal sebatang kara di sebuah gubuk petak yang berlokasi persis di pinggir rel kereta api. Setiap kali malam tiba, kegelapan gulita langsung menyelimuti tempat tinggalnya karena ketiadaan aliran listrik untuk menyalakan sebutir lampu pun. Dalam kesunyian malam yang gelap itu, hanya deru dan suara gemuruh kereta api yang lewat yang setia menemani Mbah Harso beristirahat di tempat yang jauh dari kata layak.


  Jangankan untuk membayar biaya listrik bulanan, untuk sekadar mengisi perutnya yang lapar pun Mbah Harso harus berjuang sangat keras. Sehari-hari beliau menggantungkan hidup dengan berjualan minuman sachet keliling dengan penghasilan yang tidak menentu. Jika dalam sehari beliau berhasil mengumpulkan uang Rp10.000 saja, Mbah Harso sudah sangat bersyukur karena uang itu bisa digunakan untuk membeli sedikit nasi. Sering kali, Mbah Harso hanya mampu bertahan hidup dengan menyantap sepiring nasi berlaukkan sambal seadanya.


  Di balik kondisi fisiknya yang kian merenta dan tempat tinggalnya yang berisiko, Mbah Harso tidak pernah kehilangan semangat untuk berusaha. Beliau menyimpan satu keinginan yang sangat sederhana di dalam dadanya, yaitu memiliki modal usaha agar bisa berjualan minuman dan jajanan secara lebih lengkap. Mbah Harso sangat ingin meningkatkan penghasilannya agar bisa menata hidup dengan lebih baik, namun keterbatasan biaya membuat impian itu selalu tertunda dan hanya tersimpan dalam bisikan doanya.


  Rasulullah ﷺ mengingatkan kita bahwa mengasihi dan memuliakan para lansia yang lemah adalah jalan utama untuk memancing datangnya keberkahan rezeki serta pertolongan dari Allah SWT. Mbah Harso yang sudah berada di penghujung usianya sangat membutuhkan uluran tangan dari kita agar tidak lagi melewati malam-malamnya dalam kegelapan dan kelaparan.


  Melalui gerakan kebaikan ini, setiap bantuan yang Anda titipkan akan disalurkan secara utuh untuk mengubah kehidupan Mbah Harso. Kepedulian Anda akan diwujudkan dalam bentuk pemberian modal usaha dan kelengkapan dagang yang memadai, pemenuhan kebutuhan sembako dan makanan bergizi harian, penyediaan penerangan serta perbaikan tempat berteduh yang lebih aman dan layak untuk lansia, hingga jaminan pendampingan kesehatan bagi Mbah Harso.


  Mari bersama kita hadirkan cahaya terang dan tempat tinggal yang hangat bagi Mbah Harso di sisa usianya. Setiap rupiah yang Anda sisihkan untuk lansia sebatang kara ini akan menjadi aliran pahala jariyah yang tak terputus, pembersih harta, serta penolong kita di hari akhir kelak.


Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id