Bantu Lansia Sebatang Kara Pejuang Tumor Kulit Bertahan

Genap 50 tahun sudah Mbah Marsih (70) hidup dengan menderita tumor kulit yang telah melahap seluruh bagian tubuhnya, yang bahkan membuat sebagian orang ketakutan.
Faktor ekonomi yang sangat kekurangan, membuat Mbah Marsih mengurungkan niatnya untuk mengobati tumor kulitnya. “Makan aja susah Mba, gimana mau berobat” ucap Mbah Marsih. Sehari-hari, Mbah Marsih berjalan 30 menit ke pasar untuk menjual sapu lidi hasil buatannya dari dedaunan kelapa yang berjatuhan di kebun tetangga. Dijual seharga Rp 3.000/ikat.
Tubuhnya yang sudah renta ditambah harus mengangkat beban tumor di paha kanan yang sudah seberat 3kg. Membuat Mbah Marsih hanya mampu mengangkat 6 ikat sapu lidi seberat 20kg setiap hari nya. Jadi, jika terjual habis, Mbah Marsih hanya menghasilkan Rp 18.000/hari untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Oleh karena itu, tidak jarang Mbah Marsih hanya memanfaatkan tanaman-tanaman yang ada disekelilingnya untuk diolah dan dimakannya. Bisa dibilang, hanya pada saat hari idul adha Mbah Marsih baru memakan selain nasi dan sayuran.
Bagaimana tidak, pasca ditinggal sang suami yang meninggal dunia 3,5 tahun lalu. Hidup Mbah Marsih semakin sulit secara perekonomian, karena ia harus berjuang mencari uang sendiri dengan tubuh renta dan tumor yang menggerogoti tubuhnya.
Teman-teman #OrangBaik, mari ulurkan bantuan teman-teman untuk Mbah Marsih. Teman-teman dapat mendoakan agar Mbah Marsih dapat pulih dan dapat hidup dengan layak.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
