Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Anak Penjual Gorengan Aceh Tetap Sekolah

Bantu Anak Penjual Gorengan Aceh Tetap Sekolah

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
64 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Gak apa-apa, kasian Mamak… Kecapean…” jawab Nufus saat ditanya kenapa dirinya mau berjualan gorengan di usia yang masih kecil.


  Hampir setiap hari, setelah pulang sekolah, Nufus (9 tahun) berjalan kaki sejauh kurang lebih 3 km untuk berjualan gorengan. Ia mulai berjualan dari pukul 2 siang sampai pukul 4 sore. Namun, jika gorengannya belum habis, Nufus tidak langsung pulang dan terus berjualan hingga Magrib. Tidak ada kata lelah bagi Nufus. Di saat anak-anak seusianya bisa bermain dengan ceria setelah pulang sekolah, Nufus justru harus berkeliling menjajakan gorengan. Sebab, jika tidak berjualan, ia tidak akan mendapatkan uang untuk bekal sekolah maupun mengaji.


  Dalam sekali berjualan, Nufus mendapat upah paling besar Rp10.000 jika semua gorengan yang ia jual habis. Namun, jika masih ada gorengan yang tidak terjual, Nufus hanya mendapat upah Rp5.000. Uang tersebut ia gunakan untuk bekal sekolah, bekal mengaji, dan jika masih ada lebih, ia tabungkan untuk membeli perlengkapan sekolah. Meski begitu, sebenarnya Nufus punya harapan besar. Ia ingin menabung untuk membeli sepeda yang bisa digunakan sebagai kendaraan untuk berangkat ke sekolah, yang jaraknya sekitar 5 km dari rumahnya.


  Saat ini Nufus baru naik ke kelas 3 MI. Setiap hari ia berjalan kaki untuk berangkat ke sekolah, tanpa peduli cuaca sedang panas ataupun hujan. Sementara teman-temannya kebanyakan berangkat ke sekolah dengan sepeda, bahkan ada juga yang diantar dan dijemput oleh orang tuanya.


  Ayah nya Pak Isa (40 tahun) bekerja sebagai OB di sebuah kampus dengan penghasilan tak kurang dari Rp1,5 juta per bulan. Sedangkan ibunya Bu Linda (32 tahun) saat ini merupakan ibu rumah tangga yang juga berjualan gorengan, yang kemudian dijajakan oleh Nufus.


  Nufus beserta keluarganya merupakan korban bencana banjir bandang Aceh Tamiang pada akhir tahun lalu. Akibat bencana tersebut, harta benda yang dimiliki keluarganya hilang terbawa arus. Tempat tinggal mereka pun ikut terdampak dan hilang. Namun, seiring waktu, Nufus dan keluarganya mulai bangkit. Mereka mencoba menata kembali kehidupan dari awal, meski tidak mudah.


  Tentu kondisi ini sangat berat bagi Nufus. Di usia kanak-kanak, seharusnya ia bisa lebih banyak bermain seperti teman-teman seusianya dan belajar dengan tenang untuk mengejar cita-citanya. Namun, keadaan membuat Nufus harus ikut berjuang memenuhi kebutuhannya sendiri. Ia ingin memiliki sepeda untuk berangkat sekolah dan mengaji. Ia juga membutuhkan perlengkapan sekolah seperti buku, sepatu, tas, dan kebutuhan lainnya. Yang tak kalah menyentuh, Nufus tidak ingin membebani kedua orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya.


  Nufus sendiri memiliki cita-cita ingin menjadi guru. Karena itu, agar sekolahnya tidak terputus, sudah satu tahun ia membantu orang tuanya berjualan gorengan. Ia tidak pernah malu ketika bertemu teman-temannya saat sedang berjualan. Bagi Nufus, membantu orang tua jauh lebih penting daripada rasa malu.


“Kenapa harus malu?, kan buat bantu Mamak…” ungkapnya.


“Ada rasa pingin ikut main, tapi kan lagi jualan biar dapat duit buat bekal Sekolah sama beli peralatan Sekolah…” lanjut Nufus.


  Di balik langkah kecil Nufus menjajakan gorengan, ada perjuangan besar seorang anak yang ingin tetap sekolah dan meraih cita-citanya. Ia tidak meminta banyak. Ia hanya ingin bisa belajar dengan nyaman, memiliki Sepeda untuk berangkat Sekolah, memiliki perlengkapan sekolah yang layak, dan suatu hari nanti menjadi seorang guru.


  Mari bantu Nufus agar perjuangannya tidak sendirian. Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi penyemangat bagi Nufus untuk terus bersekolah dan mengejar cita-citanya.


  Jadikan kebaikan kita untuk Nufus sebagai pahala jariyah. Dengan membantu dalam memenuhi kebutuhan sekolah Nufus dan perlengkapan yang ia impikan agar ia tidak lagi harus terlalu berat memikirkan kebutuhan sekolahnya di usia yang masih kecil.


  Sahabat Kebaikan mari bersama-sama hadirkan senyum dan harapan untuk Nufus. Semoga setiap rupiah yang kita sedekahkan menjadi amal kebaikan yang terus mengalir pahalanya. Aamiin.


  Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan dalam Pengadaan sepeda untuk berangkat sekolah dan mengaji. Ia juga membutuhkan perlengkapan sekolah seperti buku, sepatu, tas, dan kebutuhan lainnya, Modal usaha untuk Ibunya, Pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarganya serta jika terdapat kelebihan dana akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan Penerima manfaat dan Program lain nya yang berada dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id