Facebook Pixel
Upah 50rb Pak Iwan Hidupi Anak ABK dan 25 Yatim

Upah 50rb Pak Iwan Hidupi Anak ABK dan 25 Yatim

Rp 7.617.000Terkumpul dari Rp 30.000.000
83 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  "Di rumah, anak saya yang istimewa butuh perhatian khusus. Di panti, ada 25 anak yatim yang perutnya harus saya isi. Keduanya adalah nyawa saya." – Pak Iwan.


  Setiap subuh, saat kebanyakan orang masih terlelap, Pak Iwan (55 tahun) sudah memanaskan motornya. Di balik jaket ojek online-nya, tersimpan dua tanggung jawab besar yang ia pikul sekaligus di pundak tuanya.


  Pertama, Sebagai Ayah bagi Anak Istimewa Di rumah kontrakannya, Pak Iwan merawat istri dan seorang anak kandung yang berkebutuhan khusus. Sang anak membutuhkan perhatian ekstra dan biaya perawatan yang tidak sedikit. Sebagai ayah, hatinya selalu ingin memberikan yang terbaik, namun keterbatasan ekonomi seringkali menjadi penghalang.


  Kedua, Sebagai "Ayah" bagi 25 Anak Yatim Tanggung jawab Pak Iwan tak berhenti di pintu rumahnya. Di tempat terpisah, ia adalah ketua sekaligus ayah asuh bagi 25 anak yatim piatu di Panti Asuhan Assabiqunal Awalun.


  Anak-anak ini, mulai dari usia TK hingga SMA, menggantungkan harapan hidup dan sekolah mereka pada tarikan gas motor Pak Iwan.


Narik 15 Jam Sehari, Upah Tak Menentu


  Demi menghidupi dua keluarga ini, Pak Iwan bekerja keras dari Subuh hingga pukul 23.00 malam. Panas dan hujan ia terjang. Namun, rezeki di jalanan tak bisa ditebak. Seringkali ia hanya membawa pulang Rp50.000 hingga Rp80.000 per hari.


Uang segitu harus ia bagi-bagi dengan sangat ketat:


Untuk makan dan kebutuhan anak ABK di rumah.

Untuk biaya operasional panti yang mencapai Rp4.000.000 per bulan.

Untuk membayar kontrakan dan listrik.


  Seringkali Pak Iwan harus menahan lapar dan lelahnya sendiri, asalkan anak istimewanya di rumah tenang dan 25 anak yatimnya tidak kelaparan. Namun kini, beban itu semakin berat. Panti memiliki tunggakan utang dan kebutuhan harian yang terus mendesak.


  Pak Iwan membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti peduli. Sekarang giliran kita menemani perjuangannya. Jangan biarkan ayah tangguh ini berjuang sendirian.

HomeBagikan
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id