Bantu Pak Ikin Tunanetra Penjual Camilan Sekolahkan Anak

Pak Ikin (31 tahun) harus mencari nafkah dalam kondisi tunanetra. Setiap hari, sejak pagi hingga sore bahkan malam, ia berjualan gorengan bayam dan berbagai camilan. Dari setiap bungkus yang terjual, Pak Ikin hanya mendapat keuntungan Rp1.000. Pernah dalam sehari, penghasilannya hanya Rp5.000 karena dagangannya sepi.
Pak Ikin memiliki seorang istri yang juga tunanetra dan seorang anak laki-laki yang baru masuk TK. Karena keterbatasan mereka, anaknya kini dititipkan kepada orang tua Pak Ikin dan Pak Ikin tetap harus mengirimkan uang untuk kebutuhan anaknya setiap minggu. Saat penghasilan sedang sangat sedikit, ia bahkan terpaksa menggunakan uang modal atau setoran dagangan untuk bertahan hidup.
Setiap bulan, Pak Ikin juga harus membayar kontrakan Rp500.000, belum termasuk biaya air, listrik, dan iuran lainnya. Penghasilannya yang tidak menentu membuat ia terkadang menunggak kontrakan hingga berbulan-bulan dan hanya mampu mencicil seadanya.
Keterbatasannya dalam melihat pun membuat Pak Ikin rentan mengalami kerugian saat berjualan. Ada pembeli yang memberikan uang kurang tetapi mengatakan jumlahnya sudah pas. Pak Ikin baru mengetahui kekurangan tersebut saat menyetorkan hasil dagangannya dan akhirnya harus menombok kepada pemilik barang.
Dulu, Pak Ikin bisa melihat normal namun saat masih duduk di kelas 2 SMK, sebuah kecelakaan membuat matanya mengalami kerusakan parah hingga ia kehilangan penglihatan. Keluarganya pernah berusaha mencari pengobatan dan donor mata, bahkan harus menjual aset untuk membiayai pengobatannya. Butuh waktu sekitar lima tahun bagi Pak Ikin untuk menerima kenyataan bahwa ia tidak lagi bisa melihat.
Kini dengan kondisi fisik yang sulit, box dagangannya pun pernah tertimpa sepeda motor hingga rusak parah. Karena tidak ada biaya ganti rugi, Pak Ikin hanya mampu menambalnya dengan lakban. Toa yang dulu membantunya menawarkan dagangan juga rusak setelah kehujanan. Hingga saat ini, ia belum memiliki uang untuk membeli perlengkapan baru
Meski hidup dalam keterbatasan, Pak Ikin tetap berusaha membantu orang lain. Ia bahkan menyisihkan makanan untuk seorang tetangga yang membutuhkan. Di tengah perjuangannya sendiri, Pak Ikin masih memiliki kepedulian untuk berbagi.
Pak Ikin memiliki harapan sederhana. Ia ingin memiliki perlengkapan usaha yang layak dan suatu hari membuka klinik pijat kecil bersama istrinya, karena keduanya juga memiliki keahlian sebagai pemijat.
Mari bantu Pak Ikin dan keluarganya memiliki kesempatan untuk hidup lebih baik.
Klik tombol donasi sekarang untuk menghadirkan keajaiban bagi Pak Ikin.
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan bagian dari program Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
