Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Juang Pak Jaya Bertahan Hingga Tidur di Gerobak Bersama Istri Difabel

Juang Pak Jaya Bertahan Hingga Tidur di Gerobak Bersama Istri Difabel

Rp 14.324.900Terkumpul dari Rp 70.000.000
28 Hari
236Donasi
0Kabar Terbaru
17Doa
Info Campaign

  Selama 25 tahun, Pak Jaya hidup dari rongsokan. Setiap hari ia menyusuri jalan. Mengais sisa, mengumpulkan barang yang orang lain buang. Kadang, jika ada panggilan, ia bekerja sebagai tukang bangunan. Dua tahun terakhir, ia juga menarik becak. Semua ia lakukan bersamaan. Karena satu pekerjaan saja tidak pernah cukup.

  Dari rongsok, hasil Pak Jaya sangat kecil. Dalam dua hari, maksimal Rp60.000. Itu pun masih kotor terlebih kadang rongsok sulit ditemukan. Pernah sampai seminggu penuh ia tidak bisa menjual apa pun. Tidak ada uang. Tidak ada pegangan.


  Becak yang ia gunakan pun bukan miliknya. Ia menyewa dengan biaya Rp5.000 per hari. Tapi becaknya jarang dapat penumpang. Dalam sebulan, kadang hanya satu atau dua orang yang naik. Lebih sering kosong.


  Pak Jaya menanggung banyak beban. Ia menghidupi istri, dua anak yang masih kecil usia 4 tahun dan kelas 1 SD, seorang nenek, serta dua anak dari pernikahan lama istrinya yang masih tinggal bersama meski sudah dewasa. Tujuh orang hidup dalam satu kontrakan kecil. Biaya kontrakan Rp600.000 per bulan. Semua Pak Jaya tanggung. Karena tidak ada penghasilan tetap dari anggota keluarga lain.


  Saat uang tidak ada, kontrakan sering menunggak. Pernah sampai dua bulan. Bahkan pernah, Pak Jaya dan seluruh keluarganya diusir. Selama tiga hari, mereka tinggal di gerobak tempat Pak Jaya biasa merongsok. Tidur beralaskan papan, hidup di jalan. Untuk kembali ke kontrakan, Pak Jaya harus meminjam uang dari ketua lingkungan.

  Istri Pak Jaya juga hidup dengan kondisi yang berat. Ia mengalami disabilitas mental. Kaki kanannya pernah patah saat berusaha menyelamatkan seorang anak kecil dari kereta. Ia sudah dioperasi dan dipasangi pen. Tapi pennya lepas. Hingga sekarang, kakinya sering sakit. Ia seharusnya menjalani operasi ulang. Tapi biaya tidak pernah ada.


  Istri Pak Jaya juga memiliki riwayat epilepsi. Kejang bisa terjadi hingga dua kali dalam sehari. Karena itu, Pak Jaya tidak berani meninggalkannya di rumah. Setiap hari, istrinya ikut merongsok. Saat tubuhnya lemas dan tidak sanggup berjalan, Pak Jaya harus menggendongnya.

  Di tengah semua itu, ada dua anak kecil yang harus tetap makan dan sekolah. Anak yang duduk di kelas 1 SD memiliki tunggakan biaya sekolah selama empat bulan. Iurannya Rp50.000 per bulan. Foto wisuda TK anaknya belum bisa ditebus karena harganya Rp250.000. Anak bungsunya yang berusia 4 tahun seharusnya sudah masuk TK. Tapi Pak Jaya belum punya uang untuk mendaftarkannya.


  Ada masa ketika Pak Jaya tidak pulang selama lima hari. Bukan karena pergi. Tapi karena tidak punya apa-apa untuk dibawa pulang ke rumah. Ada hari-hari ketika Pak Jaya dan istrinya tidak makan sama sekali. Tidak memegang uang. Lima hari hanya bertahan dengan air putih dan roti.

  Pak Jaya dan istrinya juga sering kehilangan. Ponsel mereka dicuri hingga tiga kali. Bahkan celengan tabungan kecil mereka raib saat mereka tertidur di gerobak. Setiap kali mencoba bangkit, hidup kembali menjatuhkan mereka.

  Hari ini, Pak Jaya belum punya uang untuk membayar kontrakan bulan ini dan bulan depan. Tunggakan sekolah anaknya belum lunas. Foto wisuda anaknya masih tertahan. Pengobatan istrinya belum bisa dilanjutkan.

  Pak Jaya tidak bermimpi muluk. Ia hanya ingin punya warung kecil. Agar ia tidak harus terus merongsok. Agar istrinya tidak harus ikut berjalan dalam kondisi sakit. Ia ingin istrinya mendapatkan pengobatan yang layak. Ia ingin anak-anaknya tetap sekolah dan punya masa depan yang lebih baik.

  Hari ini, keluarga Pak Jaya berada di titik yang sangat genting. Tanpa bantuan, mereka bisa kembali kehilangan tempat tinggal. Anak-anaknya bisa semakin tertinggal sekolah. Istrinya bisa terus menahan sakit tanpa pengobatan.

  Donasi Anda bisa menjadi penyelamat. Untuk biaya kontrakan. Untuk pendidikan anak-anaknya. Untuk pengobatan istrinya. Untuk membuka peluang usaha kecil agar keluarga ini bisa bertahan dengan lebih manusiawi.

  Kalian dapat berpartisipasi dalam gerakan ini dengan menyebarkan campaign dan berdonasi dengan cara:

  1. Klik DONASI SEKARANG;
  2. Masukkan nominal donasinya;
  3. Pilih metode pembayaran;
  4. Dapatkan laporan via e-mail.


  *Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.

  *Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

  *Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:

  *Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id