Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Juang Difabel Bisa Makan dan Berdaya

Bantu Juang Difabel Bisa Makan dan Berdaya

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
80 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  "Walaupun kondisi saya seperti ini, semua saya lakukan biar bisa makan dan bertahan hidup, Mas," ucap Pak Marsuki dengan suara lirih.


  Di usia 52 tahun, saat banyak orang seusianya mulai menikmati masa tua bersama keluarga, Pak Marsuki justru masih harus berjuang seorang diri untuk mempertahankan hidup. Dengan kondisi fisik yang terbatas sebagai penyandang disabilitas, beliau setiap hari berkeliling menjajakan lampu masker di pinggir jalan dengan harga hanya Rp1.000 per buah.


  Sejak pagi hingga larut malam, Pak Marsuki mengayuh sepeda tuanya menyusuri jalanan. Panas terik maupun hujan deras tak menghentikan langkahnya. Bukan karena beliau kuat, tetapi karena jika tidak berjualan, beliau tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

  Sayangnya, perjuangan Pak Marsuki tidak selalu berbuah hasil. Dagangannya sering kali tidak laku sama sekali. Bahkan untuk mendapatkan penghasilan Rp10.000 hingga Rp15.000 dalam sehari saja, beliau sudah sangat bersyukur.


  "Kalau hujan, dagangan saya basah, Mas. Tidak ada yang mau beli. Kalau tidak ada yang beli, berarti saya harus puasa hari itu," tutur Pak Marsuki sambil mengusap wajahnya yang penuh keringat.


  Ketika tubuhnya lelah setelah berkeliling berkilometer jauhnya, beliau hanya bisa beristirahat di bawah pohon atau di pinggir trotoar. Tak jarang perutnya kosong seharian dan hanya terisi air putih karena hasil jualannya tidak cukup untuk membeli nasi.


  Cobaan yang beliau hadapi pun tidak berhenti di situ. Pak Marsuki pernah kehilangan uang hasil jerih payahnya setelah dipalak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


  "Pernah baru dapat uang Rp100.000 untuk beli beras, ternyata saya dipalak orang, Mas. Mau melawan juga tidak bisa karena kondisi saya seperti ini. Saya hanya bisa menangis," kenangnya dengan mata berkaca-kaca.


  Selain itu, beliau juga pernah ditipu hingga kehilangan dagangan. Sepeda tua yang menjadi satu-satunya alat transportasi untuk mencari nafkah pun sering mengalami kerusakan. Namun di tengah segala keterbatasan dan kesulitan yang dihadapi, Pak Marsuki tidak pernah menyerah. Beliau tetap berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal demi bisa bertahan hidup.


  Hari-hari Pak Marsuki kini semakin berat. Usaha kecil yang beliau jalankan sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Beliau membutuhkan uluran tangan kita agar dapat menjalani hidup dengan lebih layak, mendapatkan makanan yang cukup, serta memenuhi kebutuhan dasarnya.


  Mari bersama menjadi alasan hadirnya harapan bagi Pak Marsuki. Sedikit bantuan yang kita berikan dapat menjadi penyambung hidup dan mengurangi beban yang selama ini beliau pikul seorang diri.


Klik "DONASI SEKARANG" untuk membantu Pak Marsuki.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id