Kepala Tanpa Tempurung Pak Mul Tetap Jual Roti

Pak Mulyadi (52) masih keliling jualan roti sambil menahan tubuhnya yang gemetaran karena kelaparan.
Kondisinya tak sekuat dulu, karna pernah kecelakaan saat jualan roti sampai ia mengalami benturan keras dan kepalanya saat ini tanpa tempurung bahkan satu matanya sudah tidak berfungsi.
Jualan siang hingga tengah malam, namun bagi sebagian pejuang jalanan, mereka masih berkeliaran di jalanan demi sesuap nasi untuk hari ini, termasuk Pak Mulyadi.
Matanya berkaca-kaca, tubuhnya gemetaran..rasanya ingin pingsan saja. Tapi kalau dia pingsan, bagaimana bisa mencari makan? Jika beruntung, abah bisa terbebas dari kelaparan karena ada orang baik yang memberinya nasi atau cemilan.
Hidup sebatangkara tidur dijalanan tapi abah selalu bertahan ia berjuang jualan roti ambil dari orang lalu dijual lagi, perolehan Pak Mulyadi cuma untung 200 perak dari penjualan Rp. 1000 per roti
Karena kondisi fisiknya yang semakin renta, Pak Mulyadi sering kali merasakan sakit di sekujur tubuhnya saat jualan. Tak jarang, ia merebahkan tubuhnya di sisi jalan hanya untuk melepas lelah dan meredakan rasa sakitnya itu.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
