Tolong Ngesot Bertahan Hidup karena Tumor Raksasa

Bagi Pak Sali yang tinggal di Majalengka, rasa sakit bukan lagi sesuatu yang datang sesekali.
Setiap hari, ia harus hidup dengan tumor besar di pahanya yang terus membesar hingga ukurannya kini melebihi kepala orang dewasa.
Benjolan itu membuat kakinya tak lagi mampu menopang tubuhnya. Untuk berpindah tempat, Pak Sali bahkan harus ngesot di lantai, karena berjalan sudah hampir tidak mungkin lagi.
Semua bermula saat Pak Sali terpeleset dan jatuh. Setelah kejadian itu, pahanya mulai terasa sakit dan membengkak. Karena mengira hanya cedera biasa, keluarga membawanya ke tukang urut.
Namun kondisinya justru semakin memburuk.
Pak Sali sempat mengalami kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri selama beberapa hari. Keluarga panik dan akhirnya membawanya untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah diperiksa, dokter mendiagnosis Pak Sali mengalami Other Benign Neoplasm of Connective and Other Soft Tissue of Lower Limb, Including Hip (D21.2), yaitu tumor pada jaringan ikat dan jaringan lunak di tungkai bawah, termasuk paha dan panggul.
Seiring waktu, tumor tersebut terus membesar. Pahanya semakin berat, rasa sakitnya semakin hebat, dan aktivitas Pak Sali semakin terbatas. Kini, untuk sekadar berdiri atau berpindah tempat saja ia harus berjuang sekuat tenaga.
Padahal dulu, Pak Sali adalah seorang pencari nafkah yang bekerja keras demi keluarganya.
Namun hidupnya berubah sejak penyakit itu datang.
Saat dirinya sedang menjalani pengobatan di rumah sakit, rumah satu-satunya justru dijual oleh anak tirinya. Dalam sekejap, Pak Sali kehilangan tempat untuk pulang.
Belum sempat bangkit dari kenyataan pahit itu, takdir kembali mengujinya. Di tengah perjuangan melawan sakit, istri tercintanya meninggal dunia.
Sejak saat itu, Pak Sali benar-benar kehilangan tempat bersandar.
Kini, ia terpaksa menumpang tinggal di rumah kakaknya, menjalani hari-hari dengan tubuh yang semakin lemah dan hati yang dipenuhi kehilangan.
Demi pengobatan, semua barang berharga yang dimiliki telah habis dijual. Perabotan rumah satu per satu dilepas. Pak Sali juga pernah meminjam uang kepada tetangga agar tetap bisa berobat.
Namun semua pengorbanan itu belum mampu menghentikan tumor di pahanya yang terus membesar.
Sebelum kondisinya semakin berat, Pak Sali berjuang mencari nafkah dengan berjualan pisang dan sayuran. Namun kini tumor di pahanya membuatnya tidak mampu berjalan normal. Ia hanya bisa ngesot untuk berpindah tempat dan semakin sulit bekerja seperti sebelumnya.
“Saya ingin bisa jalan lagi dan cari nafkah sendiri. Sekarang untuk bergerak saja susah,” ucap Pak Sali lirih.
Pengobatan Pak Sali memang menggunakan BPJS. Namun biaya transportasi menuju rumah sakit, bekal makan selama pengobatan, kebutuhan sehari-hari, serta berbagai kebutuhan penunjang tetap harus dipenuhi secara mandiri.
Kini Pak Sali hidup tanpa istri, tanpa rumah sendiri, dan tanpa barang berharga yang bisa dijual lagi. Yang tersisa hanyalah harapan agar masih ada orang-orang baik yang bersedia membantunya melewati ujian ini.
#TemanBaik, Pak Sali Membutuhkan Pertolongan
Pak Sali membutuhkan bantuan untuk melanjutkan pengobatan, memenuhi biaya transportasi dan kebutuhan selama berobat, serta mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari di tengah kondisinya yang sudah tidak lagi mampu bekerja seperti dulu.
Mari bantu Pak Sali agar ia tetap memiliki kesempatan menjalani pengobatan dan mendapatkan kembali harapan untuk hidup lebih baik.
Sekecil apa pun bantuan dari #TemanBaik akan menjadi harapan besar bagi perjuangan Pak Sali.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
