Bantu Perjuangan Pak Suheri Tuk Sembuh

Berawal dari benjolan kecil di belakang kepalanya namun tak segera diobati akhirnya menjadi sebuah boomerang yang membuat kehidupan Pak Suheri (61) mulai berubah tidak seperti dahulu lagi.
Sudah bertahun-tahun lamanya Pak Heri harus hidup dengan benjolan di kepalanya yang semakin hari semakin membesar. Dahulu harusnya Pak Heri segera dioperasi namun tidak dilakukan karena ia takut akan meninggalkan keluarganya selama-lamanya dan memikirkan bagaimana biaya yang harus dilakukan sehingga Pak Heri lebih memilih menahan penyakitnya tersebut.
Seiring berjalannya waktu, Tak hanya benjolan di kepala saja yang semakin membesar tetapi ia harus terdiagnosa stroke yang menyebabkan tubuhnya tidak berdaya dan hanya bisa mengandalkan bantuan dari keluarganya untuk melakukan semua aktivitas. Bahkan sudah 2 bulan Pak Heri juga tidak bisa berbicara.
Dahulu Pak Heri bekerja sebagai marbot mesjid, tetapi semenjak sakit pekerjaan tersebut harus digantikan oleh istrinya Ibu Kunisah (54). Penghasilan menjadi marbot hanya 500 ribu perbulannya dan itu tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membawa suaminya melanjutkan pengobatan.
Tak hanya itu, Ibu Kunisah juga bercerita bahwa ia masih memiliki hutang sebesar 3 juta rupiah yang belum dibayarkan. “Bekas pengobatan pinjem uang 3 juta tapi gak tahu gimana bayarnya gatau harus kerja kemana lagi” Lirih Ibu Kuniasih
Ternyata di rumah tidak hanya Pak Heri saja yang sakit melainkan anaknya juga yang bernama Yanti (30) yang sejak kecil sering kejang-kejang dan harus kontrol setiap bulannya. Tetapi, harus terhenti juga karena terkendala biaya. Sejujurnya Ibu Kuniasih sedih melihat anak sakit, suami sakit sehingga di rumah harus mengurus sendirian.
Ibu Yanti ingin melihat keluarganya sembuh khususnya suaminya Pak Heri agar bisa membantu ekonomi lagi dan keluarganya tidak lagi kesulitan untuk makan. Maukah kamu membantu mewujudkan cita-cita keluarga Pak Heri?

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
