Perjuangan Bocah Penjual Layangan Merawat Sang Ibu yang Sedang Stroke

Bukan sekadar mencari uang jajan, ada kebutuhan keluarga yang membuatnya terus berjuang. Sejak sang ibu lumpuh akibat stroke dan ayahnya terbaring lemah karena diabetes, Rangga yang baru berusia 13 tahun ikut memikul beban keluarga. Masa kecil yang seharusnya dipenuhi canda, sekolah, dan bermain, kini harus ia bagi dengan perjuangan mencari penghasilan demi membantu kedua orang tuanya.
Setiap pagi, Rangga membantu ibunya berdiri dan menggerakkan tubuh agar kondisinya tetap terjaga. Setelah itu, ia menemani sang adik belajar di tengah keterbatasan rumah sederhana yang mereka tempati. Pendidikan pun harus ia relakan. Bukan karena Rangga tak ingin sekolah, melainkan keadaan memaksanya berhenti karena keterbatasan biaya dan tidak ada yang dapat menggantikan perannya untuk menjaga kedua orang tuanya. Demi memenuhi kebutuhan makan dan membeli obat, Rangga menghabiskan waktunya mencari layangan yang terputus di lapangan, mengumpulkan kayu, hingga mempertaruhkan keselamatan dirinya. Bahkan, ia pernah terjatuh saat mengejar satu layangan yang berharap bisa dijual untuk membantu keluarganya.
Jika sedang beruntung, Rangga mampu membawa pulang hasil dari tiga layangan dalam sehari, masing-masing ia jual seharga Rp3.000. Penghasilan yang tak seberapa itu harus ia bagi untuk memenuhi kebutuhan makan sekaligus membeli obat sang ibu. Tak jarang, Rangga memilih mengesampingkan rasa laparnya agar kebutuhan keluarganya tetap terpenuhi. Namun, di balik hari-hari yang penuh perjuangan, masih ada harapan yang ia genggam erat: bisa kembali duduk di bangku sekolah dan suatu hari melihat ibunya pulih.
#SahabatKebaikan, kepedulian kita mungkin menjadi langkah kecil yang membuka kembali kesempatan Rangga untuk bersekolah serta membantu keluarganya mendapatkan kebutuhan pengobatan yang lebih layak.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
