Bantu Rapael Tetap Sekolah Tanpa Harus Memikirkan Makan Besok

Di usia 7 tahun, M. Rapael seharusnya sibuk bermain dan belajar bersama teman-temannya. Tapi setiap pulang sekolah,
Rapael justru membawa dagangan untuk dijual. Dari sana, ia hanya mendapat sekitar Rp5.000–Rp8.000 sehari untuk membantu kebutuhan keluarganya.
Ayahnya meninggal empat tahun lalu, sementara ibunya pergi dan menikah lagi. Kini Rapael tinggal bersama Nenek Entat dan pamannya yang sedang sakit. Sang paman mengalami kelumpuhan, tidak bisa berbicara, dan lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur.
Hasil jualan Rapael memang tidak banyak. Tapi ketika dagangannya tidak laku, bukan cuma soal jajanan yang tersisa. Rapael dan neneknya ikut khawatir apakah besok masih bisa makan. Di rumah, atap yang bocor dan berlubang juga belum bisa diperbaiki.
Di tengah kondisi ini, Nenek Entat masih memiliki utang bank sekitar Rp6,5 juta dari usaha yang pernah dijalankan.
Tagihan yang terus datang membuat nenek khawatir kehilangan rumah jika tidak mampu membayarnya.
Sementara kebutuhan makan, sekolah Rapael, dan pengobatan paman tetap harus berjalan.
Rapael tidak seharusnya memikul pikiran sebesar ini sendirian di usia 7 tahun.
Bantuan kita bisa membantu memenuhi kebutuhan beras, perlengkapan sekolah, pengobatan pamannya, perbaikan rumah, sekaligus meringankan beban utang keluarga.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
