Demi Sang Ibu Roni Tetap Berjualan Meski di Tengah Keterbatasan

Roni (40) sudah 20 tahun berjualan gurilem dan makaroni demi menghidupi dirinya dan sang Ibunda. Ia menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga kecil itu.
Setiap hari ia berjalan dari kampung ke kampung, berdiri di pasar tumpah, menunggu pembeli yang tak selalu datang.
Namun hidup Roni tidak pernah benar-benar mudah.
Sejak usia 27 tahun, ia harus menerima kenyataan pahit: mata kirinya tak lagi bisa melihat. Dengan satu mata yang tersisa, ia tetap memaksakan diri berjualan di bawah panas terik dan hujan deras. Kadang ia pulang hanya membawa Rp5.000 hingga Rp10.000 uang yang bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski begitu, Roni tidak pernah mengeluh. Ia hanya berkata pelan,
“Saya cuma bisa terus kerja… selama masih bisa berdiri.”
Roni tidak meminta hidup yang mewah. Ia hanya berharap punya sedikit modal agar bisa berjualan dari rumah. Agar tak lagi harus berjalan jauh dengan penglihatan yang terbatas. Agar Ibunya tak terus khawatir melihatnya berjuang sendirian di jalanan.
Hari ini, kita bisa menjadi alasan Roni tidak lagi merasa sendirian.
Sedekah Anda bisa menjadi harapan baru bagi seorang anak yang bertahan demi Ibunya, meski dunia terasa begitu berat baginya.
Klik donasi sekarang!

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
