Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Rumah Asuh ABI Jadi Harapan Bayi Terlantar

Bantu Rumah Asuh ABI Jadi Harapan Bayi Terlantar

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
55 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Di sebuah rumah sederhana, tangis bayi-bayi mungil terdengar setiap hari. Mereka bukan bayi terlantar biasa. Sebagian besar dari mereka adalah korban dari kehamilan tidak diinginkan (KTD), kekerasan, pelecehan seksual, perceraian, hingga himpitan ekonomi keluarga.


  Rumah itu bernama Rumah Asuh ABI. Sebuah tempat sederhana yang menjadi pelukan terakhir bagi bayi-bayi yang nyaris kehilangan hak untuk hidup dan dicintai.


  Rumah Anak ABI dirintis oleh Ibu Imas Masitoh, seorang perempuan yang hatinya tergerak melihat semakin banyak bayi menjadi korban keadaan. Ada yang hendak diaborsi, dibuang, bahkan nyaris kehilangan nyawa sesaat setelah dilahirkan. Dengan penuh kasih sayang, beliau memilih membuka pintu rumahnya untuk merawat mereka.


  “Bayi-bayi ini harus kembali kepada orang tuanya. Kami hanya ingin membantu menyiapkan mental mereka agar siap menerima dan merawat anaknya kembali,” ujar Bu Imas.


  Baru berjalan sekitar 6 bulan, kini sudah ada 9 bayi yang dirawat di Rumah Anak ABI. Masing-masing memiliki kisah pilu yang sulit dibayangkan. Dan sampai sekrang terus bertambah lagi.


  Salah satunya adalah Attar, bayi laki-laki berusia 2 bulan. Suatu malam di bulan Ramadan, ibunya datang sambil membawa empat anak kecil lainnya. Dengan menangis, ia meminta bantuan menitipkan Attar karena sedang berjuang keluar dari kekerasan rumah tangga dan tekanan ekonomi yang berat.


  Bayi-bayi disini juga menghadapi persoalan lain. Karena sebagian besar lahir dari kondisi yang rumit, mereka belum memiliki akta kelahiran, KK, maupun BPJS. Akibatnya, biaya pengobatan harus ditanggung secara mandiri. Belum lagi kebutuhan harian seperti susu, popok, vitamin, hingga biaya kontrol kesehatan.

  Seperti Tasya, bayi prematur yang lahir saat usia kandungan baru 6 bulan. Saat ini Tasya harus mengonsumsi susu formula khusus dengan harga yang tidak murah demi bertahan hidup.


  Di tengah segala keterbatasan itu, Bu Imas tetap berjuang seorang diri. Bahkan tak jarang beliau harus berhutang ke warung atau toko demi memastikan kebutuhan bayi-bayi mungil ini tetap terpenuhi. Beliau sudah mengorbankan tenaga, pikiran, waktu, bahkan seluruh harta yang dimilikinya demi menjaga mereka tetap hidup dan mendapatkan kasih sayang.


  Sahabat Kebaikan, anak-anak ini tidak pernah meminta dilahirkan dalam keadaan sulit. Mereka juga tidak pantas menerima penolakan sejak pertama kali membuka mata di dunia. Kini mereka hanya membutuhkan kesempatan untuk hidup dengan layak, sehat, dan penuh kasih sayang.


  Yuk bantu perjuangan Ibu Imas dan Rumah Anak ABI agar bayi-bayi ini tetap mendapatkan susu, popok, pengobatan, serta tempat berlindung yang aman. Karena sekecil apa pun bantuanmu, bisa menjadi harapan besar bagi mereka yang belum sempat merasakan hangatnya pelukan dunia.


  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan bayi-bayi di Rumah Asuh ABI, seperti susu, popok, pengobatan, biaya operasional, serta implementasi program dan penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id